Diterjang Ombak Besar, Nelayan Selamatkan Perahu

0
133

TABANAN – Dalam beberapa hari terakhir cuaca ekstrem melanda wilayah Bali termasuk di Tabanan. Hujan deras disertai angin kencang kerap melanda wilayah Pulau Bali ini. Akibatnya ombak samudra Indonesia naik cukup tinggi mencapai 4 meter seperti terjadi  di Pantai Pasut, Tibubiu, Kerambitan terjadi mulai Rabu (27/05/2020). Nelayan selain tidak bisa melaut, juga harus menyelamatkan perahu  mereka dengan memindahkan ke tempat lebih tinggi.


Sejak pagi ombak besar setinggi empat meter menghantam pesisir selatan Bali termasuk di Pantai Pasut. Ombak setinggi empat meter lebih tersebut memghantam sampai melewati beton penghambat ombak dan menghantam perahu nelayan yang ditambatkan ditepi pantai. Mengetahui hal tersebut,  para nelayan langsung menuju pantai dan menyelamatkan perahu mereka ke lokasi tinggi. Paanya ombak sampai ke lokasi penambatan perahu nelayan  tersebut.

Ombak besar setinggi empat meter menghantam pesisir selatan Bali.


Para nelayan nampak berpacu dengan ombak yang setiap saat menghantam ke pantai. Para nelayan tidak ingin perahu mereka rusak karena hantaman ombak besar. Bersyukur semua perahu bisa dipindahkan  dan tidak ada yang sampai rusak.


Seorang tokoh warga Pasut yang juga ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) I Ketut Arsana Yasa mengatakan, angin kencang yang melanda pesisir selatan laut Bali yang menyebabkan  gelombang tinggi mencapai empar atau lebih. Jelas ini mengancam keberadaan perahu nelayan yang ditambatkan di tepi pantai. Nelayan harus segera menyelamatkan perahu mereka agar tidah rumah akbat hantaman ombak besar. “Perahu harus segera di pindah ke lokasi lebih tinggi agar tidak kena ombak besar,” kata Anggota DPRD Tabanan ini.


Dikatakan, cuaca ektrem ini akan berlangsung sampai 30 Mei mendatang. Hal ini sangat berbahaya sehingga nelayan dihimbau untuk tidak melaut. Juga dimohon warga tidak ke pantai karena ombak sangat tinggi. “Saya himbau nelayan tidak melaut, berbahaya. Kondisi ini berlangsung sampai 30 Mei dan akan kembali normal kembali. ” Kami instruksikan nelayan tidak melaut karena berbahaya. Cuaca ekstrem ini akan berlangsung sampai 30 Mei mendatang,” pungkasnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here