Pemakaman Korban Covid-19 Disimulasikan

0
169

JEMBRANA-Antisipasi  adanya  korban jiwa akibat terpapar virus Covid-19, disimulasikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana di RSU Negara,Sabtu (16/05/2020).

Simulasi ini dihadiri unsur Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana. Diantaranya turut hadir Bupati Jembrana I Putu Artha selaku Ketua Gugus Covid-19 Jembrana , Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa , Dandim Jembrana Letkol Kav Jefri Marsono Hanok,  Kajari Jembrana Pipiet Suryo Priarto , direktur RSU Negara dr IGB Oka Parwata, para rohaniawan serta unsur tokoh masyarakat.

Prosesi simulasi dimulai ketika pasien dipastikan meninggal karena Covid-19. Jasad korban yang berada  diruang isolasi,ditangani petugas khusus mengenakan pakaian hingga penanganan protokol pemulasaran jenazah Covid-19.Sebelum dimasukan kepeti, prosesi pembungkusan jenasah hingga 10 kali pelapisan dekontaminasi serta pengunaan   desinfektan. Prosesi dilanjutkan  persiapan pemakaman. Dengan diawali kordinasi  dengan unsur petugas TNI/Polri , FKUB  termasuk dari pihak keluarga.

Namun dengan kehadiran petugas  maupun  keluarga dibatasi.
Kemudian berlanjut  proses mendoakan jenasah  dari  rohanian.Setelah proses pendoaan dari rohaniawan  serta pihakv keluarga. Kemudian penanganan jenasah kembali diserahkan ke petugas jenasah rumah sakit untuk prosesi penguburan. Batas waktu  diberikan tidak lebih dari 4 jam. Selain itu , jenazah yang sudah dipeti tidak boleh di buka kembali dengan alasan apapun.

Oleh karena peti jenazah sudah dilakukan sterilisasi maka tidak ada alasan warga  menolak jenazah  Covid-19, karena sudah steril dan tidak akan menular.Sesuai protap, pihak Rumah Sakit Umum Negara siap memfasilitasi dengan ambulan sampai di pemakaman.  Sementara TNI Polri siap  membantu mengamankan jalur dari RSU ,  membantu proses penggalian kuburan  dan mengamankan lingkungan tempat pemakaman, hingga seluruh prosesi pemakaman jenazah selesai.Apabila di lakukan kremasi, Polres Jembrana  siap mengawal sampai ke tempat krematorium.

Bupati Jembrana I Putu Artha  disela  simulasi mengatakan simulasi bertujuan  agar pemerintah siap melakukan penatalaksanaan penanganan jenazah Covid-19. ” Tentu kita semua berharap tidak ada kasus kematian Covid-19 di Jembrana. Kita berkeingin seluruh pasien yang dirawat segera sembuh,tetapi apabila kondisi buruk itu terjadi, dari simulasi tadi saya lihat pihak RSU Negara didukung TNI Polri dan FKUB sudah siap,” ungkapnya.

Bupati Artha menilai proses simulasi telah berjalan dengan baik. Pemulasaran jenazah hingga pemakaman dilaksanakan sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19 . ” Dari simulasi kita lihat pemakaman berlangsung sangat steril mulai dari penanganan  ruang isolasi, kamar jenazah hingga prosesi di tempat pemakaman. Karena itu masyarakat jangan panik apalagi sampai menolak apabila terjadi prosesi pemakaman pasien Covid-19,” tandasnya.(ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here