
GIANYAR – Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 semakin dekat. Namun, dinamika politik di Kabupaten Gianyar masih adem ayem.
Banyak masyarakat mulai bertanya mengenai calon bupati dan wakil bupati Gianyar yang akan melawan petahana dari PDIP, yaitu Made ‘Agus’ Mahayastra- Anak Agung Mayun (AMAN).
Berhembus kabar jika tidak ada cabup-cawabup dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), yaitu Gerindra, Golkar, Demokrat, dipastikan paket AMAN akan menghadapi kotak kosong.
Begitu juga jika salah satu partai keluar dari Koalisi Indonesia Maju, dipastikan AMAN akan menghadapi kotak kosong.
Sebab, dalam satu koalisi minimal menguasi 9 kursi DPRD. Hasil Pemilu 2024 Kabupaten Gianyar, Gerindra memperoleh 4 kursi, Golkar 4 Kursi dan Demokrat 3 kursi total ada 12 kursi.
“Jadi, jika salah satu keluar, koalisi itu pasti bubar,” ujar sumber.
Menurutnya, saat ini yang memegang kunci adalah Partai Golkar karena Demokrat tidak mungkin bergabung dengan PDIP karena beda visi, bahkan antar kader juga bersaing ketat.
Begitu juga Gerindra yang sebelumnya berkeinginan menduduki posisi sebagai wakil bupati tidak bisa karena paket AMAN tidak bisa diganggu gugat.
“Kuncinya ada di Golkar. Mereka tidak punya beban untuk mengusung calon atau tidak. Berbeda dengan Gerindra yang ketua umumnya memenangkan Pilpres 2024,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD II Golkar Gianyar Kadek Era Sukadana mengakui hal itu. Meski demikian, partainya tetap komit dengan koalisi seperti pada Pilpres. Bahkan, komunikasi saat ini masih tetap terjalin dan bagus.
“Ya betul, tapi sementara tiga partai masih menjajaki salah satu tokoh Puri Ubud untuk dicalonkan sebagai bupati Gianyar. Saat ini masih menunggu waktu untuk bertemu,” ujarnya via WhatsApp, Senin (20/5/2024).
Terkait kemungkiann Golkar gabung PDIP, Gianyar Kadek Era Sukadana menegaskan tergantung situasi.
“Komunikasi kita denga koalisi partai Gerindra dan Demokrat masih sangat bagus. Terkait kemungkinan itu, tergantung situasi,” ujar politisi asal Ubud ini. (jay)








