
DENPASAR – Perbekel Desa Padangsambian Kelod Gede Wijaya Saputra memberikan apresiasi yang luarbiasa kepada sekehe teruna teruni yang ada di 13 banjar dan dusun Desa Padangsambian Kelod. Hal itu dikarenakan sekehe teruna-teruni mampu menunjukan keahliannya sebagai generasi penerus dalam melestarikan adat dan tradisi serta budaya Bali yang adhi luhung.
Penegasan itu disampaikan Perbekel Desa Padangsambian Kelod Gede Wijaya Saputra seusai dewan juri memberikan penilaian kepada peserta lomba ngelawar yang berlangsung di Wantilan Balai Banjar Umadui, Minggu (5/5/2024).
Kegiatan lomba ngelawar ini dilaksanakab serangkaian Bulan Bakti Gotong Royong Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Padangsambian Kelod, yang rencananya dilasanakan selama bulan Mei ini. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan diantaranya, kegiatan gotong-royong secara serentak membersihkan lingkungan sepanjang wilayah di 13 banjar dan dusun yang ada. Kegiatan gotong-royong juga dilaksanakan pada kuburan (Setra) Kahyangan Umadui.

Kepala Desa Gede Wijaya Saputra menyebutkan, kegiatan ini merupakan wujud dan komitmen dari pemerintah desa bersama LPM untuk bersama-sama melestarikan adat, tradisi budaya Bali. Sebab, kegiatan ngelawar di Bali merupakan sebuah tradisi atau kebiasaan yang dilaksanakan oleh masyarakat adat dalam setiap kegiatan adat, baik upacara manusa yadnya maupun dewa yadnya termasuk kegiatan adat lainnya.
“Kita berharap generasi muda dari karang taruna terus dapat melanjutkan, menjaga dan melestarikan adat dan budaya ngelawar di Desa Padangsambian Klod khususnya dan Bali umumnnya,”pintanya.
Sementara dalam kegiatan lomba ngelawar kali ini, panitia lomba LPM menghadirkan tim juri dari Bali Chief Community. Dengan harapan, mampu memberikan penilaian dan tidak ada keberpihakan pada peserta. Tim juri yang dihadirkan dari Chief Bali Community yakni Nyoman Pica, Nyoman Sayong Swastika dan Nyoman Ariyantha. Koordinator Juri Nyoman Pica menyampaikan, kegiatan ini luarbiasa, mampu mengumpulkan anak muda dan kreatif. Mampu mengolah masakan Bali berupa lawar dengan berbagai kelebihan yang mampu ditonjolkan.
” Luarbiasa, kreatif dan masalah rasa hampir sama semua peserta sehingga sulit memberikan penilaian dari 13 peserta. Nilainya mepet-mepet sekali dari semua peserta,”ujarnya.
Sebagai dewan juri mengharapkan dari penentuan olahan lawar yang harus diperhatikan resep itu sendiri sehingga akan menentukan besarnya biaya yang dikeluarkan. Dari bahan yang tersedia, terutama bumbu, berapa jenis olahan makanan yang mampu dibuat oleh peserta selain lawar sebagai yang utama dilombakan,”katanya.
Menariknya dalam mengolah makanan tersebut tim juri melarang semua peserta mempergunakan bahan penyedap sehingga rasa enak murni dihasilkan dari racikan bumbu dan cara mengolahnya. Selain cara pengolahan dalam setiap lomba penyajian makanan juga menjadi perhatian.
Dalam kegiatan lomba ngelawar yang menjadi juara satu sekehe teruna-teruni (STT) Banjar Umadui, juara dua diraih STT Banjar Jabapura dan Juara ketiga STT Banjar Batubolong. Semua juara pada kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong LPM akan diserahkab pada puncak bulan bakti, 19 Mei 2024. (arn)








