
DENPASAR – Hampir dua dekade, perkembangan lagu anak Indonesia hilang begitu saja. Meski banyak talenta anak cilik bernyanyi saat ini namun lagu yang dinyanyikan malahan tak sesuai dengan usianya, yakni melantunkan lagu dewasa. Kondisi ini cukup memprihatinkan, karena dunia anak yang kehilangan karakter anak justru semakin sulit melatih mental mereka yang kuat dan tumbuh kembang anak.
Oleh sebab itu Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media kembali mempersembahkan Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) yang ke-5. KILA merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen dalam membentuk ekosistem lagu anak Indonesia.

Ketua Program Kerja Apresiasi dan Literasi Musik, Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek Edi Irawan mengungkapkan, upaya menguatkan ekosistem musik Indonesia khusus anak mulai digalang sejak 2020, melalui beberapa kegiatan diantaranya lomba cipta lagu anak, lomba arrasemen musik anak dan menyiapkan diola cilik.
“Upaya kita bersama dalam menguatkan ekosistem sistem musik indoensia khusus lagu anak. Jadi selama dua dekade lagu anak , musik dan idola semakin hilang. Ada memang anak cilik punya talenta menyanyikan lagu namun bukan lagu anak melainkan lagu dewasa yang dinyanyikan, jadi melihat keprihatinan itu, sejak tahun 2020, kita berupaya mengembalikan lagu anak ini dalam kegiatan lomba cipta lagu, musiknya harus kekinian, kita membuat lomba arrasemen musik lagu anak. Ketiga harus menyiapkan idola cilik ,” ungkap Edi Irawan, ditemui di sela-sela acara Pentas Musik “Sahabat Anak Indonesia” di Gedung DNA, Jumat (3/5/2024).
Edi Irawan menjelaskan, terkait KILA di tahun 2024 menghadirkan sosialisasi di berbagai kota, dan di tahun ini untuk pertama kalinya KILA hadir di Kota Denpasar. Program KILA ini hadir melalui Pentas Musik “Sahabat Anak Indonesia” yang dipentaskan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar pada Jumat sore 3 Mei 2024.
Di setiap kota sasaran program KILA ini, selain program sosialisasi sekolah dan guru serta tenaga pendidik, juga dilakukan acara pentas lagu anak, agar masyarakat umum khususnya anak-anak di wilayah kota sasaran bisa menikmati hasil karya lagu anak baru dengan suasana dan bentuk yang dikemas dengan baik, sekaligus menikmati penampilan para Duta KILA (para pemenang lomba menyanyi lagu anak dari tahun-tahun sebelumnya).
“Diharapkan pentas ini dapat menginspirasi anak-anak dan mendorong mereka berkarya serta memaksimalkan potensi mereka dalam musik yang sesuai dengan usia mereka dan mempunyai nilai pendidikan moral yang baik. Pentas juga diharapkan untuk ini mengajak lebih banyak kelompok masyarakat untuk lebih peduli dan mengajak mereka untuk ikut berperan serta untuk kemajuan dan perkembangan lagu anak Indonesia.
Lebih lanjut Edi Irawan menjelaskan lagu anak-anak ini memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak dan pembangunan serta pendidikan karakter positif bagi anak. Dengan lirik lagu dan aransemen musik yang disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak, lagu anak-anak juga dapat menanamkan nilai-nilai moral dengan cara yang menyenangkan dan membuat mereka happy.
“Misalnya ada lagu anak-anak yang dipentaskan tadi yang berjudul ‘Terimakasih Sudah Percaya’ itu pendidikan dan literasi bagi orang tua maupun anak bahwa anak-anak itu perlu di kesempatan dalam mengekpresikan dirinya. Sekarang enggak bisa kayak dulu ya, apa-apa enggak boleh. Tapi anak itu harus diberi kesempatan diberi ruang. Nah, salah satunya dengan mengekspresikan dirinya melalui lagu-lagu yang sesuai dengan tumbuh kembangnya mereka,” beber Edi Irawan.
Bekerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Denpasar, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan Dan Olahraga Pemerintah Kota Denpasar, KILA juga melakukan sosialisasi dalam bentuk pengenalan program KILA dan berbagi informasi mengenai lagu anak sebagai jembatan komunikasi materi belajar di hadapan sekitar 200 guru dan tenaga pendidik di kota Denpasar dan sekitarnya pada tanggal 30 April 2024, serta kunjungan ke beberapa sekolah mulai tanggal 29 April sampai 2 Mei 2024.
Beberapa sekolah yang dikunjungi antara lain SDN 1 Peguyangan, SDN 17 Dauh Puri, SDN 4 Ubung, SD Cipta Darma, SD Saraswati 6, SD Raj Yamuna, SD Harapan, SD 1 Bumi, SDN 9 Padangsambian, SDN 8 Dauh Puri, SDN 19 Pemecutan, TK Cipta Darma, TK Pelita Bunda School, TK Adhi Mekar Indonesia, dan TK Davincio.
Di masing-masing sekolah, KILA akan melakukan pengenalan lagu-lagu anak karya pemenang lomba cipta lagu KILA dari tahun 2020 sampai 2022, dimana lagu-lagu tersebut membawa pesan tentang kerukunan, hubungan pertemanan, rasa syukur dan penghormatan kepada orang tua, serta keindahan alam Indonesia.
Selain itu, KILA juga akan mengajak anak-anak di wilayah Denpasar dan sekitarnya untuk berpartisipasi menjadi peserta lomba menyanyi lagu anak yang diselenggarakan KILA. Di akhir kegiatan sosialisasi, KILA melakukan kegiatan pementasan lagu anak yang diberi tajuk “Sahabat Anak Indonesia”, dengan menampilkan beberapa Duta KILA (pemenang lomba menyanyi lagu anak KILA) dari berbagai angkatan.
Diantaranya Shelomita Gasya Amori (Salatiga), Axel Gloryus Christopradia (Yogyakarta), Felicia Angelica Emmanuella (Tangerang Selatan), Belvania Aletha Kaneisha (Pati), Krishna Sakti Mugipurbaya (Pati), dan Carissa Angel Indyra Putri (Tangerang Selatan). Kegiatan pementasan berlangsung meriah di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar pada tanggal 3 Mei 2024.
Selain kegiatan sosialisasi dan pementasan di beberapa kota besar, KILA di tahun 2024 ini juga melombakan berbagai jenis lomba yang berkaitan dengan lagu anak. Diantaranya ada lomba menyanyi lagu anak kelompok usia 5 – 7 tahun, lomba menyanyi lagu anak kelompok usia 8 – 13 tahun, lomba cipta lagu anak peruntukan usia 5-7 tahun. Ada pula lomba cipta lagu anak peruntukan usia 8-13 tahun, dan lomba aransemen lagu anak daerah.
Pada kategori lomba cipta lagu anak tahun ini, KILA mengangkat tema “Ragam Budaya dan Alam Indonesia”. Tema ini diharapkan ke depannya anak-anak dapat mendengarkan lagu bertemakan budaya bangsa yang sesuai usianya, sehingga mereka semakin peka, menghargai dan bangga akan budaya bangsa serta alam Indonesia. (sur)








