
DENPASAR – KONI Bali akhirnya telah selesai mengkalkulasi kebutuhan atlet Bali yang lolos PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) yang akan berlangsung September 2024 mendatang.
Sekaligus KONI Bali memutuskan untuk TC Sentralisasi atlet PON Bali yakni 60 hari menjelang PON 2024 dipertandingkan dengan masuk Hotel tempat Pelatihan Daerah (Pelatda) Bali.
Semua itu diungkapkan Ketua Umum KONI Bali IGN. Oka Darmawan. Itu artinya menurutnya proses sudah berjalan per tahap. Tahap I diakuinya yakni terkait dengan apa yang sudah dilaksanakan dan apa yang akan dilakukan.
Tahap awal sudah dilakukan yakni dengan menjalani Babak Kualifikasi PON 2023 serta verifikasi dan meanyakan kelolosan serta sistimnya sehingga pihaknya mendapatkan angka jumlah atlet ali lolos PON 2024 yakni 546 atlet.
“Kini tinggal menyusun berapa jumlah pelatih dan ofisial, dan apa yang dilakukan untuk mencapai hasil maksimal di PON 2024. Jadi kontingen terbagiyakni ada yang istilahnya kampus dan non kampus. Kampus itu yakni atlet dan pelatih termasuk ofisial yang melekat di tim cabor. Komitmen sesuai hasil dari keputusan Chef de Mission (CdM), maka untuk biaya kebutuhan diberikan potongan 50 % dari tuan rumah. Sedangkan non kampus seperti pengurus KONI Bali atau pengurus cabang olahraga (cabor) atau lainnya bayar tetap sendiri-sendiri,” tutur Oka Darmawan di KONI Bali, Rabu (6/3/2024).
Potongan 50 % tersebut lanjut mantan Wakil Ketua I dan Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali itu diberikan dua tuan rumah mulai H-3 pertandingan sampai H + 2, untuk akomodasi dan transportasi. Hanya saja biaya di Aceh dan Sumut berbeda, artinya dan lebih mahal sedikit biaya di Sumut.
“Dengan demikian estimasi biaya atlet dan semuanya sudah selesai. Sudah dihitung. Cabor tetap pulangnya sesuai dari aturan itu. Misalnya, pertandingan saah satu cabor selama 10 hari namun atlet Bali sudah tidak bertanding di hari ketujuh, maka pulangnya sama setiap cabor. Semuanya sudah diatur baik penjemputan atlet atau pengantaran atlet ke bandara,” tambah mantan Ketua Umum Pengprov Perbasi Bali itu.
Menyoal TC Sentralisasi masuk hotel ditentukan selama 60 hari sebelum PON digelar.
“Tapi selama TC Sentralisasi jika ada cabor yang tempat latihan atau atletnya banyak di kabupaten atau kota di Bali, maka akan dicarikan hotel di kabupaten/kota tersebut.
“Seperti woodball latihan di Siangaraja maka akan tinggal di Hotel Singaraja, juga seperti cricket yang venuenya di Jimbaran maka akan hotelnya di Jimbaran. Intinya hotel cabor tetap dekat venue latihan. Meski tempat beda-beda tapi goalnya tetap prestasi di PON 2024. (ari/jon)








