
GIANYAR – Jalan di Banjar Cebok, Desa Kedisan Tegalalang menuju Tampaksiring amblas sepanjang 30 meter dengan kadalan 70 meter.
Sebelum amblas, pengguna jalan sempat meminta pemerintah melakukan kajian terhadap kondisi jalan.
Ambalasnya jalan menyulitkan akses warga. Terlebih, siswa dan petani yang hilir mudik
Kadus Banjar Cebok I Kadek juniantara (36) mengatakan, jalan di wilayahnya itu sudah mulai amblas sedikit demi sedikit sejak tiga tahun terakhir.
“Kami sempat menutup jalur menggunakan portal. Namun, saat itu masih saja ada pengendara mobil yang tak peduli dan tetap melintasi jalur itu,” ujarnya, Selasa (12/9/2023)
Kemudian, tiga bulan lalu jalan tersebut kembali jebol dan pihak desa tetap memasang portal. Namun, pengendara tetap nekat lewat.
Dua hari lalu, pihak desa kembali memasang portal untuk antisipasi karena jalan dinilai sudah tidak layak untuk dilewati hingga akhirnya sekitar pukul 23.00 WITA jebol
“Dua hari lalu kami sempat kerja pasang portal biar bisa motor saja yang lewat, kalau mobil berbahaya. Kemarin sore sudah selesai, malamnya jalan langsung jebol,” ungkapnya.
Akibatnya jalur itu jadi putus total. Selain jalan, tanah amblas juga mengakibatkan putusnya jalur irigasi. Sehingga aliran air subak dialihkan agar kondisi tanah tidak bertambah amblas.
“Sekarang mobilitas penduduk, mutar lewat Banjar Tangkup. Kira-kira hampir 7 kilometer untuk ke kantor desa dari Banjar Cebok. Akses sekolah juga sama. Sebagian besar anak Banjar cebok sekolah di kedisan, dari paud, TK, SD sampai SMP,” tambahnya. (jay)








