
KLUNGKUNG-Kebutuhan akan air bersih kian tahun terus meningkat, seiring laju pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktifitas warga. Pemkab Klungkung tahun ini menyiapkan satu sumur uji untuk melayani kebutuhan air bersih di Kecamatan Dawan.
Sumur uji ini dibangun di dekat kantor camat Dawan. Sesuai data pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Klungkung, proyek pembangunan sumur uji di Kecamatan Dawan nilainya Rp 1 miliar lebih. Direktur PDAM Kabupaten Klungkung Nyoman Renin Suyasa dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya mengusulkan pembangunan dua sumur uji untuk di Kecamatan Dawan. Tapi kata Renin, karena anggaran Pemkab Klungkung banyak tersedot untuk penanganan pandemi Covid-19, maka usulan itu hanya disetuji satu sumur bor. “ Saat ini sedang pelaksanaan (dikerjakan). Lokasinya ada di dekat kantor camat Dawan,” ungkap Renin, Rabu (2/9).
Menurut Renin, selama ini pemenuhan kebutuhan air bersih di Kecamatan Dawan terkendala kurannya kapasitas produksi air bersih. PDAM hanya menghandalkan delapan sumur bor dengan total kapasitas produksi 58,9 liter per detik. Jumlah produksi itu idealnya hanya bisa melayani 4,640 sambungan rumah. Sedangkan jumlah pelanggan PDAM di Kecamatan Dawan sebanyak 5.441 sambungan rumah. “Dengan kondisi itu ada kelebihan 801 sambungan rumah. Makanya untuk memenuhi kelebihan sambungan rumah, kami butuh tambahan produksi air dengan kapasitas 10 liter per detik. Mudah-mudahan sumur uji ini kapasitasnya 10 liter per detik. Kalau kurang, tentu pelayanan belum bisa optimal. Sebab untuk di Kecamatan Dawan sumber air hanya menghandalkan sumur bor,” terang Nyoman Renin seraya mengatakan, tambahan 10 liter per detik itu pun sifatnya hanya optimalisasi suplai, bukan untuk penambahan sambungan baru .
Untuk kedepan, seiring laju pertumbuhan jumlah penduduk dan adanya peningkatan aktifitas masyarakat, untuk pengembangan sambungan baru, kata Renin PDAM membutuhkan tambahan tiga sumur bor di Kecamatan Dawan. Renin, pria asal Nusa Penida ini mengakui selama ini PDAM mengalami kendala suplai air kepada pelanggan di Kecamatan Dawan. Bahkan memaksa PDAM harus menerapkan sistem bergilir agar pelanggan tidak menjerit. “Kami akui untuk di Dawan kami masih kurang kapasitas produksi. Karenanya kami lakukan sistem bergilir. Pegawai kami harus fight (siap) setiap saat mengatur valve,”katanya. Renin menegaskan PDAM tidak menginginkan ada sistem bergilir, maka ia berjanji kontinyuitas harus terpenuhi. “Sehingga program penambahan sumur bor di Kecamatan Dawan akan kamis usulkan secara bertahap,” demikian Renin.
Selain di Kecamatan Dawan, Kecamatan Banjarangkan juga tidak memiliki sumber mata air, hanya menghandalkan sumur bor. Hanya saja, di Kecamatan Banjarangkan tahun 2018 sudah lebih dulu dibantu oleh Pemkab dengan membangun satu sumur bor dan 2017 dapat bantuan sumur bor dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida. (yan)








