
Fredrik Billy
DENPASAR – Para kenshi putra dan putri yang meraih juara dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Virtual Kempo dua kali terus mengasah kualitasnya. Baik itu Griselda Nadya Billy, Naris Fendi, Rudy Sihaloho, I Kadek Ayu Juniantari atau kenshi PON Bali lainnya.
“Mereka terus rutin mengasah kualitas tekniknya dalam latihan rutin baik di rumahnya masing-masing maupun di dojo PLN Bali. Memang itu harus rutin dilakukan karena menyangkut gerakan tidak bisa kendor latihan waktunya,” ungkap Wakil Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy, Selasa (1/9/2020).
Menurutnya mereka diminta melakukan itu karena dengan latihan rutin maka setiap gerakan bakal terus tertata termasuk keseragaman dengan kenshi lainnya khususnya di nomor embu termasuk pada PON XX/2021 di Papua mendatang. $Apalagi mereka sudah meraih juara baik juara I, II maupun III pada dua Kejurnas Virtual lalu, maka pastinya target sudah harus dimiliki kenshi sendiri dan itu harus diselaraskan dengan latihan yang rutin dan bagus buat mereka. Pasalnya tidak hanya ke PON Papua saja, namun ke depannya sudah pasti bakal ada Kejurnas Virtual lagi. Jadi gerakan arus tetap terjaga bahkan tetap ditingkatkan,” sebut pria yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali tersebut.
Disebutkan Billy yag juga advokat itu, sebagai kenshi berprestasi memang harus tetap konsekwen dengan apa yang elah diraihnya. Predikat juara harus kerja keras tetap dijaga dan tak pernah melupakan kewajiban latihan. “Asah kualitas paling penting bagi kenshi berprestasi karena pastinya banyak rival yang mengincar prestasi itu sekaligus ingin mengalahkannya,” pungkas Billy. (ari)








