
DENPASAR – Munculnya sejumlah balihoo dibeberapa sudut kota di Denpasar berisi gambar Sukmawati Soekarnoputri sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRRI dari daerah pemilihan (Dapil) Bali, sejumlah kader dan simpatisan partai PDIP Perjuangan dibuat kaget.
Bahkan ada yang menyebut Bali kecolongan karena tiba-tiba nongol baliho seperti itu dan dipastikan akan bersaing dengan putra-putri Bali yang akan berebut kursi ke DPRRI.
Menyikapi hal tersebut Sekretaris DPD PDIP Perjuangan Provinsi Bali IGN. Jaya Negara menegaskan sangat tidak tepat kalau Bali dikatakan kecolongan.
“Tiyang rasa urusan kecolongan nike sih kurang tepat, karena memang sejatinya untuk penentuan calon anggota legislatif di DPRRI menjadi kewenangan pengurus pusat,”ujar Sekretaris DPD PDIP Bali IGN. Jaya Negara, via telepon Rabu (9/8/2023).
Politisi PDIP dari Desa Penatih, Dentim yang juga Walikota Denpasar ini mengatakan, selaku kader partai dan kalau memang benar demikian yang terjadi, seluruh kader partai di Bali harus siap dan tunduk dengan keputusan DPP partai.
Jaya Negara juga menambahkan, sampai saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum ada mengumumkan Daftar Calon Tetap (DCT) baik di DPRD Kabupaten kota, Provinsi maupun daftar caleg di DPRRI.
“Lebih baik, kita tunggu saja KPU mengumumkan DCT Pemilu Legislatif 2024,”pintanya.
Sementara hal yang sama juga disampaikan Caleg DPRRI Ketut Kariyasa Adnyana saat dikonfirmasi. Anggota Komisi IX DPRRI ini menyampaikan, belum berani menyebutkan Bali kecolongan. Sebab, sebagai kader partai yang juga sebagai caleg DPRRI sampai saat ini belum ada menerima Surat Keputusan (SK) resmi dari DPP partai.
“Dicalonkan apa tidak, kita belum tahu sehingga kita harus menunggu SK DPP dan pengumuman DCT oleh KPU,”ujarnya.
Kariyasa Adnyana menyebutkan dalam pencalegan kader partai dan tokoh masyarakat, tentunya PDI Perjuangan telah memiliki aturan dan mekanisme yang jelas dan harus diikuti.
Sebagai kader partai, ada yang mendaftar, ada tokoh masyarakat yang dilirik yang semua itu berproses di DPD dan di DPP partai.
Munculnya nama Sukmawati Soekarnoputri, menurut Kariyasa Adnyana sah-sah saja dan dirasakan sendiri belum ada kader yang menyampaikan rasa kecewa munculnya nama putri Proklamator Soekarno sebagai caleg DPRRI dari Dapil Bali.
Ditanya apakah munculnya nama tersebut semata-mata untuk memenuhi kuota perempuan? Politisi dari desa Busungbiu Singaraja ini tegas menyebutkan, tidak. Sebab, Bali memiliki banyak stock untuk mengisi daftar caleg menuju DPRRI.
“Kita memiliki banyak stock kader perempuan berpengalaman dan bahkan kuota 30 persen sudah melebihi dan tidak ada masalah,”ujarnya.
Sebagai kader partai yang selalu taat dan tunduk dengan keputusan partai, tetap menjalankan tugas bagaimana memenangkan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2024. Seluruh kader partai diharapkan untuk tetap bergotong-royong memenangkan Pemilu Legislatif dan memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden.
“Target kita di DPR RI 7 sampai 8 kursi dan memenangkan Ganjar Pranowo sebagai presiden dengan target kemenangan di Bali 90 persen,”pungkasnya. (arn/jon)








