
DENPASAR – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan mengajak para bakal calon legislatif (bacaleg) peserta Pemilu 2024 untuk menggunakan gaya kampanye yang berbeda. Yakni gaya kampanye yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Hal ini dikatakan Lidartawan, mengingat jumlah pemilih pada Pemilu 2024 mendatang didominasi oleh kelompok muda. “Dari data pemilih sekitar 54 persen adalah pemilih muda, jadi gaya kampanye harus milenial sesuai perkembangan zaman,” kata Lidartawan, saat menjadi pembicara dalam acara Pengembangan Literasi Politik melalui Forum Perempuan yang digelar Kemendagri di Sanur, Denpasar, Senin (26/6/2023).
BACA JUGA: Banyak Kendala, Kuota 30 Persen Perempuan dalam Politik Sulit Terpenuhi
Lidartawan juga mengingatkan kaum perempuan agar lebih berhati-hati dalam bermedia sosial. Terutama, tidak terpengaruh pada hoax yang banyak beredar di media sosial terlebih menjelang tahun politik 2024. “Jangan pernah sharing sebelum saring, karena jika tidak hati-hati semua bisa terjerat UU ITE,” pesan Lidartawan.
Tak hanya itu, kepada calon pemilih, Ketua KPU Bali juga meminta kaum perempuan untuk tidak tergiur pada politik uang. Perempuan diharapkan bisa lebih cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. ”Jangan pilih politisi yang terbukti menggunakan politik uang, karena harga diri kita sebagai pemilih tidak bisa digadaikan dengan apapun,” tegasnya.
Diakhir pemaparannya, Lidartawan mengajak kaum perempuan mensukseskan Pemilu 2024, pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang. Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden yang telah ditetapkan pada Hari Kasih Sayang atau Valentine itu, kata Lidartawan merupakan Pemilu penuh kasih sayang, dengan harapan terhindar dari konflik dan perpecahan. “Tunjukkan cintanya, juga tintanya,” tutupnya. (dha)








