
KLUNGKUNG – Komisi Tiga DPRD Kabupaten Klungkung mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dengan Dinas Kesehatan, RSUD, Dinas Pertanian serta pihak BPJS Kesehatan. Dalam rakor tersebut, Komisi Tiga meminta petugas puskesmas maupun RSUD Klungkung tidak menelantarkan pasien gigitan anjing.
Kasus rabies di Kabupaten Klungkung mendapat perhatian dari Komisi Tiga DPRD Klungkung. Sejumlah pertanyaan dilontarkan anggota Komisi saat rakor dipimpin Wakil Ketua Komisi Wayan Buda Parwata, Senin (19/6).
Salah seorang anggota Komisi Tiga, Nengah Mudiana misalnya, ia menanyakan soal standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien gigitan anjing. Termasuk upaya-upaya pencegahan rabies di Kabupaten Klungkung.
“Korban digigit anjing sampai berapa lama bisa bertahan, ini penting diketahui masyarakat,” tandas Nengah Mudiana.
Wayan Buda Parwata menyorot pelayanan petugas pada fasilitas kesehatan, menurutnya tidak mengutamakan penanganan pasien. Justru sebaliknya, petugas kesehatan lebih menanyakan kondisi anjing yang sempat menggigit pasien. Ada lagi petugas kesehatan sibuk main telpon ketika ada pasien digigit anjing yang membutuhkan penanganan segera.
Bahkan Wayan Buda Parwata mengaku pernah mengalami langsung hal itu. Ia menyarankan sebaiknya petugas mengutamakan penanganan pasien lebih dulu ketimbang menanyakan hal-hal yang bisa dijelaskan belakangan.
Anggota Komisi lainnya, Anak Agung Sayang Suparta berharap situasi bisa kembali seperti tahun 2019-2020, dimana Klungkung tidak ada kasus rabies. Ia juga menyinggung vaksinasi di laksanakan di pasar dan pasar senggol. Sebab di dua lokasi keramaian itu sering ada anjing liar.
Kepala Dinas Kesehatan Ni Made Adi Swapatni yang hadir langsung dalam rakor tersebut mengatakan, sesuai arahan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, setiap pasien gigitan anjing wajib mendapatkan vaksin anti rabies, sambil memantau kondisi anjing yang menggigit pasien.
Terkait adanya petugas Dinas Kesehatan (Puskesmas) yang tidak mengedepankan pelayanan atau penanganan pasien gigitan anjing, Swapatni mengaku sudah memerintahkan jajaran petugas puskesmas agar tetap mengedepankan penanganan kepada pasien sesuai standar operasional prosedur.
“Kami sudah perintahkan kepada semua puskesmas agar mengedepankan penanganan. Kebetulan semua puskesmas hari ini hadir apa yang menjadi masukan teman-teman di Komisi Tiga agar diperhatikan,” tandas Adi Swapatni.
Kepala Dinas Pertanian Ida Bagus Juanida menambahkan, kendala yang dihadapi di lapangan kurangnya kesadaran warga mendukung upaya vaksinasi anjing oleh pemerintah. Padahal pihaknya sudah menjadwalkan vaksinasi di masing-masing desa.
“Harapan kami mohon dibantu bagaimana caranya menyadarkan masyarakat untuk memvaksin anjingnya,” demikian Ida Bagus Juanida. (yaan)








