
DENPASAR – Ketua DPD PDI Perjuangan yang juga Gubernur Bali Wayan Koster menyaksikan langsung kegiatan Utsawa Widya Tarka (Cerdas Cermat) Susastra Bali yang digelar DPD PDIP Provinsi Bali, tingkat SD, SMP dan SMA/SMK di Bali.
Ketua DPD PDIP Wayan Koster menyaksikan kepiawaian pelajar SMP Negeri 1 Tabanan yang menguasai lomba dengan skor nilai terakhir 1.950. mampu mengalahkan dua lawannya SMP 14 Denpasar dengan skor nilai 475 dan SMP 7 Kintamani Bangli dengan skor nilai 350.
Gubernur Koster menyampaikan, awalnya merasa underestimate (meremehkan,red) terhadap kemapuan anak-anak pelajar saat ini.
Gubernur Koster berpikir bahwa anak-anak sekarang sudah jauh meninggalkan kearifan lokal, aksara Bali, susastra Bali, meninggalkan pengetahuin tersebut. Karena mereka sudah mengikuti perkembangan zaman modern berbasis teknologi digital.
“Ternyata asumsi hipotesis saya itu salah. Ternyata anak-anak ini, masih sangat menguasai tentang berbagai kekayaan kearifan lokal kita yang ada di Bali,”ujar Gubernur Koster seusai menyaksikan langsung lomba cerdas cermat Susastra, di Sekretariat DPD PDIP Provinsi Bali, Rabu (14/6/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster didampingi Ketua Panitia Utsawa Widya Tarka, AA Ngurah Adhi Ardhana dan Ketut Boping Suryadi. Alasan DPD PDIP Provinsi Bali menggelar lomba cerdas cermat Susastra Bali ini, didasari atas suatu kekhawatiran bahwa anak-anak sekarang telah meninggalkan kearifan local Bali.
Lomba ini sekaligus juga mensosialisasikan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan berbagai isi yang ada didalamnya. Gubernur berharap, kebijakan regulasi dan semua kebijakan yang ada didalamnya dapat dipahami dan dikiikuti oleh anak-anak.
Selama mengikuti para pelajar berlomba, Gubernur Koster memperhatikan soal yang disampaikan, yakni ada susastra Bali, ada aksara Bali, gegendingan bahasa Bali (metembang), hitung-hutungan bahasa Bali, puisi bahasa Bali. Bahkan banyak soal-soal yang disampaikan oleh juri sangat sulit, tetapi mampu dijawab oleh siswa.
“Ternyata luar biasa dan ini menunjukan bahwa meskipun anak-anak kita sedang berpendidikan di tingkat SD, SMP dan SMA/SMK sudah masuk ke arus perkembangan modern, ternyata mereka itu masih sangat lekat dengan budayanya dan tetap memperhatikan kearifan lokal Bali,”katanya.
Gubernur Koster yang juga anggota DPR RI tiga periode ini, menyebutkan anak-anak pelajar ternyata sangat menguasai dan selaku ketua DPD PDIP dan selaku Gubernur Bali merasa bangga dan terharu melihat kemampuan anak-anak.
“Jadi saya bangga banget terhadap anak-anak kita. Saya kira wahana ini harus terus kita ciptakan dan ini sebagaia cara kita memelihara kunikan kearifan lokal kita di Bali,”imbuhnya.
Pihaknya berjanji, PDIP akan tetap menyelenggarakan setiap tahun. Bahkan pemerintahan provinsi Bali yang dipimpinnya tidak bisa menyelenggarakan kegiatan seperti ini, tetapi Ketua DPD PDIP-nya yang bikin.
Dalam kesempatan tersebut sebagai Gubernur Bali akan memerintahkan Kadis Pendidikan Provinsi Bali, bahwa kearifan lokal bisa sebagai pendidikan sekolah.
Pendidikan berkaitan dengan penguatan budaya Bali yang dituangkan dalam penguatan kurikulum lokal dan harus menambah jam yakni satu jam perminggu untuk pendidikan kearifan lokal di Bali.
Kearifan lokal yang diberikan adalah tentang Sat Kerthi dan bagaimana sasta Bali dengan berbagai kekayaan dan keunggulan budaya Bali.
“Sat Kerthi ini sudah beribu-ribu abad yang diwariskan sejak dulu oleh leluhur kita,”pungkasnya sembari berjanji akan memberikan hadiah kepada jawara nanti diluar hadiah yang diberikan oleh panitia. (arn/jon)








