
GIANYAR – Pengabdian di dunia pendidikan, terlebih untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) membawa Ni Gusti Putu Parmiti (48) menjadi salah satu tokoh perempuan yang menerima piagam penghargaan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2023.
Penyerahan piagam kepada Putu Parmiti yang merupakan pemilik Yayasan Anak Unik dan PKBM Widya Gupta itu dilaksanakan di Ardha Candra Art Center Denpasar, Jumat (9/6/2023).
Dikonfirmasi, Minggu (11/6/2023), Putu Parmiti mengatakan, piagam penghargaan dianugerahkan kepada perempuan yang berkarya dan berprestasi di seluruh Indonesia. Ada lima kategori yang dilombakan, yaitu bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, pertanian serta lingkungan hidup.
“Saya sendiri termasuk bidang pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus disabilitas mental dan juga sekolah kejar paket untuk mereka yang belum tuntas pendidikan 12 tahun,” kata perempuan kelahiran Gianyar tahun 1975 ini.
Acara serah terima piagam penghargaan ini dilaksanakan bersamaan dengan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-51 yang dihadiri Ibu Negara, Ny Iriana Jokowi, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster beserta jajarannya di panggung terbuka Art Center.
Meski tidak meraih sepuluh besar dari seluruh Indonesia, Putu Parmiti tetap merasa bangga karena apa yang diperjuangkan sejak tahun 2012 mendapatkan apresiasi secara nasional.
“Belasan tahun saya terjun ke dunia pendidikan sekarang membuahkan hasil. Astungkara, masyarakat merasakan dampak dari apa yang kami kerjakan, paling tidak anak berkebutuhan khusus tidak lagi disembunyikan di rumah, mereka juga berhak mendapatkan pendidikan untuk mandiri,” ungkap perempuan beralamat di Jalan Ki Pasung Grigis II/2, Banjar Tengkulak Kaja Kangin, Kemenuh, Sukawati, Gianyar ini.
Banyak siswa berkebutuhan khusus usia remaja yang belajar di tempatnya kini diterima baik di lingkungan tempat tinggal mereka. “Banyak yang sudah masuk anggota karang taruna, ada yang bantu berjualan sepulang sekolah dan beraktivitas secara mandiri di rumahnya sehingga mengurangi beban orang tuanya dirumah,” ujarnya.
Di samping itu, sekolah Putu Parmiti di Desa Kemenuh juga dikatakan sekolah paket komplit karena selain mendidik siswanya para orang tua anak berkebutuhan khusus selalu mendapatkan workshop maupun sharing seputar pengasuhan anak dengan kondisi khusus.
“Tujuannya agar tumbuh kesadaran, keterbukaan pikiran kita semua dalam mengasuh anak dalam kondisi apapun,” tuturnya.
Namun demikian, Putu Parmiti mengatakan tak bisa bergerak sendiri. Pihaknya selalu berkoodinasi dengan OPD terkait.
“Agar program kita dan program pemerintah saling mendukung. Piagam penghargaan ini juga atas rekomendasi dari Dinas Perempuan Perlindungan Anak dan KB Kabupaten Gianyar yang ikut membawa nama Yayasan Anak Unik dan PKBM Widya Gupta sampai ke pusat,” jelasnya.
Setelah penghargaan ini, Putu Parmiti tetap akan berkarya.
“Piagam ini bukan tujuan akhir perjuangan kami tetapi merupakan langkah awal menuju yang lebih baik, berkarya, berbakti pada nusa bangsa,” imbuhnya. (jay)








