
DENPASAR – Menjelang hajatan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif, berbagai jurus jitu mulai disiapkan sejumlah calon anggota legislatif yang akan bertarung pada 14 Pebruari 2024 mendatang.
Sebab, selama ini ada kesan banyak caleg yang memanjakan pemilih sehingga mengarahkan pemilih kearah yang selalu pragmatis. Tentu tidak demikian dengan partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Partai besutan Oesman Sapta Odang ini, terus berupaya membangun kepercayaan masyarakat pemilih, menata kembali diinternal partai dan terus melakukan pembenahan-pembenahan guna menyiapkan kader-kader partai Hanura yang bisa membangun kepercayaan masyarakat dengan hati nurani.
Penegasan itu disampaikan pengurus DPD Hanura Provinsi Bali Ida Bagus Ketut Wirakusuma, di Denpasar Kamis (8/6/2023).
Menurutnya pada Doktrin Partai Hanura dalam menghadapi Pemilu 2024, terus menekankan kepada semua caleg yang akan bertarung pada Pemilu 2024, jangan pernah takut berpolitik dan mengajak semua kader selalu mengedepankan hati nurani melakukan pendekatan kepada masyarakat pemilih.
Pokitisi Hanura IB. Ketut Wirakusuma mengatakan, ditengah kemajuan informasi dan teknologi sekarang ini, nampaknya masyarakat semakin cerdas memberikan penilaian kepada para bakal calon anggota legislatif disemua tingkatan. Mulai dari DPRD Kabupaten kota, provinsi hingga ke tingkat pusat.
Masyarakat akan menilai investasi sosial yang sudah pernah dibangun oleh para caleg dan itu akan menjadi modal kuat dalam perhelatan Pemilu sehingga akan menjadi point plus untuk dijadikan pilihan pada hari pencoblosan nanti.
“Masyarakat sekarang sudah cerdas menilai, tidak perlu transaksional, investasi sosial dimasyarakat akan menjadi modal kuat para caleg bertempur merebut kursi dan jabatan pada Pemilu 2024,”ujarnya sembari menambahkan, pasti akan dipilih.
Ketika sudah dipilih dan duduk sebagai wakil rakyat tentu merupakan sebuah kepercayaan masyarakat sebagai mandat rakyat yang harus diemban. Sebab, terkadang ketika sudah duduk apalagi sudah mendapatkan posisi atau jabatan, sering lupa dengan rakyat dan bahkan menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh rakyat.
“Kita berharap, ketika sudah diberi mandat oleh rakyat mohon dijaga kepercayaan itu. Sebab banyak pemimpin dikasi mandat oleh rakyat akan tetapi tidak sesuai dengan keinginan rakyat apalagi melakukan tindak pidana korupsi, ini yang disesalkan rakyat yang memilih,”katanya mengingatkan.
IB. Ketut Wirakusuma menambahkan, pengalamannya ketika memutuskan ikut bergabung bersama partai Hanura dan dipercaya ikut duduk dalam kepengurusan partai di tingkat Provinsi Bali. Penuh dengan pertimbangan apalagi pertama kali terjun dalam partai politik saat DPD Hanura Bali dipimpin oleh Ketua DPD Hanura Bali saat itu Made Sudarta.
“Setelah merenung dan mempertimbangkan dengan hati nurani saya putuskan bergabung dengan partai Hanura dan saya yakini partai Hanura akan kembali menjadi partai besar dan diperhitungkan,”pungkasnya. (arn/jon)








