
KUTA – Kelompok Nelayan Ulam Sari, membangun akses ke tengah kawasan mangrove pesisir timur Kedonganan, Kecamatan Kuta. Akses tersebut bersifat non permanen dengan menggunakan rangkaian bambu.
Pengurus Kelompok Nelayan Ulam Sari, I Ketut Rai Sentana mengungkapkan bahwa pembuatan akses tersebut sesungguhnya sudah berproses sejak akhir tahun 2022 lalu. Itu didahului pembuatan semacam sample atau contoh, yang kemudian diajukan bantuan ke pihak swasta dan pemerintah.
Akses tersebut ternyata hanya bagian kecil dari keseluruhan rencana pengembangan yang dimiliki Kelompok Nelayan Ulam Sari di pesisir timur Kedonganan. Karena selain itu, masih ada sejumlah rencana lain, seperti pembuatan dermaga nelayan.
“Pembangunan akses pantau dari Balai Kelompok sampai loloan ini yang kami upayakan dahulu. Setelah itu baru kami akan mencoba meminta izin ke Tahura Ngurah Rai untuk membuat sebuah dermaga. Mudah-mudahan kami diizinkan,” bebernya belum lama ini.
Pembangunan, baik itu akses ataupun dermaga bersangkutan, diakui pada dasarnya memang dalam rangka menunjang aktivitas nelayan. Namun tidak dipungkirinya, di sisi lain fasilitas tersebut juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata terbatas.
“Kalau untuk akses pantaunya kami targetkan sudah selesai pada bulan September nanti,” ungkapnya. (adi/jon)








