
KUTA – Wilayah Kabupaten Badung diprakirakan akan memasuki musim kemarau pada bulan April 2022 nanti. Tepatnya pada dasarian II, yang dimulai dari wilayah Badung bagian selatan.
Mengutip data prakiraan musim kemarau 2023 yang dibagikan oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya, hal tersebut berbarengan dengan sejumlah wilayah lainnya. Yakni sebagian besar wilayah Jembrana, Buleleng bagian barat, Gianyar bagian selatan, Tabanan bagian selatan, serta Kota Denpasar.
Sedangkan untuk wilayah Badung bagian tengah, diprakirakan baru memasuki musim kemarau pada dasarian I bulan Mei 2023. Itu kemudian disusul oleh wilayah Badung bagian utara pada dasarian I bulan Juni 2023, berbarengan dengan Tabanan bagian utara, Gianyar bagian utara, Bangli bagian tengah, serta Buleleng bagian tengah dan selatan.
Lebih lanjut untuk diketahui pula, dari 20 ZOM yang ada di Bali, 3 ZOM di antaranya memasuki musim kemarau pada Maret 2023. Selanjutnya pada April 2023 sebanyak 9 ZOM, Mei 2023 sebanyak 6 ZOM, dan Juni 2023 sebanyak 2 ZOM.
“Daerah yang paling awal memasuki musim kemarau di Bali sebanyak 3 ZOM yaitu pada Maret dasarian II. Meliputi wilayah ZOM 428 (Karangasem bagian timur), ZOM 434 (Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, dan Karangasem bagian selatan), serta ZOM 436 (Nusa Penida),” ungkap Wiryajaya.
Sementara untuk Puncak Musim Kemarau, pada 11 ZOM di Pulau Dewata diprakirakan terjadi pada bulan Juni 2023 mendatang. Sedangkan untuk 9 ZOM lainnya, yaitu pada bulan Juli 2023. (adi/jon)








