
DENPASAR – Komisi I DPRD Bali yang diwakili oleh A.A. Gede Agung Wira Mantara menandatangani nota kesepakatan bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bali di ruang Sandat, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinai Bali, Senin (6/3/2023).
Kesepakatan tersebut, bahwa pada pelaksanaan Catur Berata Penyepian yang dilaksanakan oleh Umat Hindu pada 22 Maret 2023 nanti, semua penyiaran dihentikan. Acara tersebut dihadiri Ketua KPI Provinsi Bali Agus Astapa, Sekdis Kominfos Provinsi Bali Dewa Ketut Rai Rustina serta Lembaga Penyiaran yang ada di Provinsi Bali.
Menurut anggota Komisi I DPRD Bali A.A. Gede Agung Wira Mantara, kesepakatan ini sudah rutin dilaksanakan setiap setahun sekali menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan oleh Umat Hindu di Bali.
Penandatanganan kesepakatan ini diharapkan Umat Hindu di Bali dapat melaksanakan Catur Berata penyepian dengan kusyuk olehkarenanya semua siaran harus dihentikan pada Hari Raya Nyepi.
“Kesepakatan ini sudah rutin kita laksanakan setiap tahun sekali pada perayaan Hari Raya Nyepi,”ujarnya.
Politisi PDIP dari Gianyar ini menjelaskan Umat Hindu Bali merayakan Nyepi dengan tapa Brata Penyepian atau empat pantangan. Empat larangan saat Nyepi yang dilakukan selama tapa brata penyepian adalah amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati geni (tidak menyalakan api), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Dalam kesempatan tersebut pihaknya mengajak semua pihak untuk saling menghormati satu sama lain yang pada hari itu umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.
“Hentikan semua siaran, empat larangan itu dilaksanakan sehingga masyarakat dalam melaksanakan Catur Berata Penyepian bisa dilaksanakan dengan kusyuk,”pungkasnya.
Sementara sebelumnya Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali telah mengeluarkan surat edaran rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1945. Nyepi yang jatuh pada Rabu tanggal 22 Maret 2023 itu pun akan diawali dengan rangkaian melasti mulai 19 Maret 2023.
Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, mengatakan surat edaran tersebut tertuang dalam Surat Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Nomor: 153/PH PHDI Pusat/II/2023, tertanggal 7 Februari 2023. Perihal Angayubhagya 64 Tahun Parisada Hindu Dharma Indonesia dan Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945.
Pada Nyepi Sipeng dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 22 Maret 2023 selama sehari penuh (24) jam sejak pukul 06.00 Wita sampai dengan pukul 06.00 Wita keesokan harinya. Dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian.
“Dapat diberikan pengecualian bagi yang menderita atau sakit maupun instansi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan warga masyarakat yang membutuhkan layanan untuk keselamatan dan hal-hal lain dengan alasan kemanusiaan,” pungkasnya. (arn/jon)








