
KUTSEL – Bukan hanya di Pantai Kuta dan Pantai Pandawa, Pantai Muaya Jimbaran pada saat ini juga mengalami persoalan abrasi. Bahkan karenanya, belakangan ini muncul rumor bahwa itu disebabkan oleh adanya aktivitas pengerukan pasir di laut lepas.
Rumor itupun terpantau dituliskan menjadi sebuah caption postingan dari akun Instagram ‘desajimbaran’. Yang mana postingan pada Minggu (26/2/2023) tersebut adalah berupa foto, yang menunjukkan adanya kerusakan pada tembok tanggul di pesisir Pantai Muaya, Jimbaran.
Bendesa Adat Jimbaran, I Gusti Made Rai Dirga yang kemudian dihubungi via ponsel, tidak menampik adanya kerusakan seperti ditunjukkan oleh postingan bersangkutan. Bahkan kata dia, kondisi tersebut telah dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung.
“Lokasinya di depan Four Seasons. Itu terjadi sejak hari Jumat lalu ketika air pasang. Tapi parahnya sejak Sabtu malam,” ungkapnya via ponsel, Senin (27/2/2023).
Dijelaskan dia, tembok bersangkutan dahulunya dibangun secara swadaya atas kerjasama desa adat dengan Four Seasons. Seingat dia, itu sudah dibangun sekitar tahun 2000-an.
“Panjang kerusakannya mungkin sekitar 10-an meter,” sebutnya.
Ditanya soal pandangan bahwa kondisi itu diakibatkan oleh aktivitas pengerukan pasir di laut lepas, dia menegaskan bahwa itu hanyalah rumor di masyarakat. Rumor itu muncul seiring dengan terjadinya abrasi di sejumlah pesisir pantai selatan.
“Kami kan tidak bisa menuduh. Walau yang namanya pengambilan pasir di laut lepas selatan Pulau Bali memang menjadi isu lingkungan cukup menarik. Tapi kan kita tidak bisa langsung simpulkan seperti itu,” tegasnya sembari menegaskan bahwa ‘desajimbaran’ bukanlah akun Instagram yang dikelola oleh pihaknya di desa adat.
Apalagi, sambung dia, sekarang ini memang musimnya air sedang pasang. Dan biasanya terjadi hingga bulan April, tepatnya pada Sasih Kedasa. (adi/jon)








