
KUTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi mengumumkan bergabungnya I Gusti Ngurah Harta sebagai kader partai. Bagi PSI, hadirnya pinisepuh Perguruan Sandi Murthi itu layaknya sebuah energi baru untuk kesiapan bertarung di Pemilu 2024 mendatang.
“Jujur, kami menjadi semangat, bahwa PSI nanti di Bali kita akan mendapatkan yaitu Bapak I Gusti Ngurah Harta yang akan duduk mewakili rakyat Bali lewat PSI,” ungkap Ketua Umum PSI, H Giring Ganesha Djumaryo, di sela kegiatan Bimteknas PSI 2023, di Kuta, Rabu (22/2/2023).
Bagi mantan vokalis band Nidji itu, Bali senantiasa mendapat tempat yang spesial di PSI. Apalagi di Bali, PSI sudah memiliki total 3 kursi, yakni satu di DPRD Provinsi Bali dan dua di DPRD Kota Denpasar.
“Bapak I Gusti Ngurah Harta pasti akan kita dorong, apalagi beliau sudah mengatakan akan berjuang mati-matian untuk PSI,” ungkapnya mengenai Ngurah Harta yang nantinya akan bertarung memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) itu.
Menurut dia, hadirnya tokoh masyarakat Bali yang kini disapa Bro Turah Harta adalah sebuah semangat dan kekuatan baru bagi PSI.
“Ini adalah momen spesial. Dan semoga setiap hari menjadi hari baik bagi PSI sampai pemenangan nanti di 2024,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie Louisa. Kata dia, hadirnya pria yang pada 2019 lalu memperoleh 61.730 suara di pertarungan DPD Dapil Bali itu, secara tidak langsung telah meningkatkan rasa optimisme PSI.
“PSI hari ini jauh lebih siap dibandingkan dengan Pemilu lalu,” ucapnya sembari mengatakan bahwa Ngurah Harta ibaratnya sebuah energi tambahan bagi PSI.
Sementara itu, Ngurah Harta sendiri sempat menyebutkan sejumlah alasan yang membuat dirinya memilih PSI sebagai kendaraan politiknya.
Mulai dari kekagumannya terhadap semangat anak-anak muda yang tergabung dalam PSI, hingga hubungannya dengan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Isyana Bagoes Oka yang masih keluarga.
“Saya akan berjuang sekuat-kuatnya untuk PSI,” tegasnya.
Untuk diketahui, Ngurah Harta ternyata bukan satu-satunya tokoh masyarakat di Bali yang masuk ke dalam partai berlogokan tangan menggenggam bunga mawar putih itu.
Seperti disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Bali, Nengah Yasa Adi Susanto, sesungguhnya masih ada beberapa tokoh Bali lagi yang masuk PSI. Di antanya adalah seorang bendesa adat di Bali yang diketahui telah memiliki basis masa kuat.
“Saya belum bisa sebutkan namanya, setelah Nyepi baru akan kami launching. Karena sekarang beliau belum mau disebutkan,” singkatnya. (adi/jon)








