
MANGUPURA – Perayaan Hari Arak Bali di Kabupaten Badung yang jatuh pada hari Minggu 29 Januari 2023 mendadak dibatalkan. Padahal persiapan perayaan Hari Arak Bali dipusatkan di Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal sudah final. Keputusan pembatalan diambil oleh Perbekel Bongkasa. Lho kok?
Dari informasi yang dihimpun, pembatalan perayaan Hari Arak Bali diputuskan Perbekel Bongkasa I Ketut Luki pada hari ‘H’ atau hari ini. Padahal persiapan acara disentral arak di Banjar Tanggayuda telah dilakukan sehari sebelumnya.
Melalui pesan WA (Whatapp) disampaikan, ‘Atas arahan bapak Perbekel perayaan Hari Arak Bali untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, maka acara hari mangkin (hari ini) dibatalkan, demikian disampaikan untuk dimaklumi’. Perbekel Bongkasa I Ketut Luki belum bisa dikonfirmasi mengenai keputusan pembatalan tersebut.
Camat Abiansemal Ida Bagus Mas Arimbawa yang dikonfirmasi menyatakan sudah langsung turun ke lokasi dan bertemu dengan Perbekel Bongkasa untuk mengklarisikasi pembatalan acara tersebut.
“Kami langsung ke lokasi dan bertemu dengan bapak perbekel untuk meminta penjelasan,”ujarnya.
Dari penjelasan Perbekel Bongkasa, diketahui bahwa pembatalan acara atas kesepakatan Perbekel dengan Kelian Adat maupun Kelian Dinas Banjar Tanggayuda.
“Karena mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar, akhirya Bapak Perbekel bersama Kelian Adat dan Kelian Dinas Banjar Tanggayuda memutuskan membatalkan acara perayaan Hari Arak Bali,”terangnya.
Ke depan, pihaknya mengingatkan pihak desa, agar melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten sebelum mengambil keputusan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja I Putu Eka Merthawan secara terpisah menyatakan terkejut adanya pembatalan tersebut. Dijelaskannya, rencana perayaan Hari Arak Bali di Kabupaten Badung memang akan dilaksanakan di Desa Bongkasa, sebagai satu-satunya sentra Arak Bali di Badung.
“Memang rencananya disana (Bongkasa) perayaannya, tapi tadi mendadak saya mendapat informasi acara dibatalkan oleh Bapak Perbekel,”ujar Eka Merthawan.
Untuk perajin arak di Desa Bongkasa sendiri menurut pejabat asal Sempidi ini jumlahnya sangat terbatas.
“Mereka mengolah tuak menjadi arak, jumlah perajin arak sangat terbatas,”katanya.
Selama ini perajin arak di Desa Bongkas juga dibawah Pembinaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali.
“Jujur kami belum pernah memberikan pembinaan. Selama ini pembinaan perajin Arak Bali di Desa Bongkasa dilakukan langsung oleh Disperindag Provinsi Bali,”ucapnya. (lit/jon)








