
KUTSEL – Pipa distribusi Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung di Jalan Darmawangsa Kuta Selatan mengalami kebocoran, Selasa (17/1/2023).
Hal tersebut mengakibatkan tersendatnya suplai air bersih menuju para pelanggan, utamanya yang berada di wilayah Kampial.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Made Suarsa mengatakan, kebocoran diperkirakan terjadi pada pukul 04.30 Wita. Begitu diketahui, tim langsung diterjunkan dan menyetop aliran air sekitar pukul 07.00 Wita.
“Permasalahannya adalah aksesoris di sambungan pipa, gbolt-nya pecah akibat tekanan air yang tinggi saat pemakaian minimum,” ungkapnya via ponsel.
Dituturkan dia, kebocoran itu terjadi di tengah pelaksanaan simulasi pengurangan beban aliran di TB4 Tuban. Dalam simulasi itu, dilakukan pengaliran dari UPA Nusa Dua sebagai tambahan suplay ke daerah barat seperti Kutuh dan Ungasan.
“Untuk itu kami melakukan penambahan tekanan, dari yang sebelumnya 3 bar menjadi 7 bar supaya air bisa sampai ke daerah barat. Tapi ternyata, saat pemakaian minimum, tekanan air naik menjadi 8 hingga 9 bar, sehingga mengakibatkan gbolt kami di Jalan Darmawangsa pecah,” sebutnya sembari menambahkan bahwa tekanan tersebut sesungguhnya masih berada di bawah ambang batas maksimal untuk pipa.
Atas kejadian itu, tim sudah langsung dikerahkan untuk melakukan perbaikan terhadap kebocoran pipa di bawah badan jalan tersebut. Demi menjaga kelancaran arus lalu lintas sekitar, juga dilibatkan pecalang serta unsur TNI dan Polri.
“Tadi jam 12 siang, perbaikan sudah selesai kami lakukan. Tinggal pengaspalan yang masih belum,” imbuhnya.
Sebagai evaluasi, kata Suarsa, maka rencana dipasang aksesoris pengontrol tekanan atau PRV terlebih dahulu. Setelah itu, baru simulasi akan dilanjutkan demi keandalan pelayanan ke daerah target.
“Kami akan terus lakukan evaluasi dan simulasi-simulasi pengaliran, sehingga kami benar-benar mengetahui persoalan yang muncul. Untuk kemudian kami lakukan perbaikan, sehingga ke depan masyarakat bisa mendapatkan air bersih secara berkelanjutan,” sambungnya.
Sebagai langkah optimalisasi distribusi air bersih, pada tahun ini Perumda Air Minum Tirta Mangutama kabarnya juga telah melakukan uprating di estuary. Dari awalnya yang hanya 500 lps menjadi 750 lps.
“Itu segera mulai dikerjakan untuk menambah suplai ke wilayah Badung Selatan. Dengan langkah-langkah kami ini, semoga permasalahan air di Badung Selatan bisa berangsur tertangani,” pungkasnya. (adi/jon)








