
DENPASAR – Pasca telah diakomodirnya para peraih medali Porprov Bali XV/2022 lalu utamanya medali emas, kini Pengprov POBSI Bali mulai berancang-ancang untuk Menyusun seleksi guna pembentukan tim biliar pra-PON mendatang.
Proyeksinya seleksi dilangsungkan pada April 2023 nanti. Hanya satu saja pebiliar yang lolos langsung masuk tim pra-PON yakni Irwan Limardi tanpa seleksi.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno, atlet yang turut seleksi nantinya yang dipanggil yakni para juara Porprov Bali di dua edisi yakni Porprov Bali 2019 dan Porprov Bali 2022.
“Jika dana mencukupi tidak menutup kemungkinan kami panggil yang mendapat medali perak juga. Untuk tempatnya masih tentatif,” kata Willy di Denpasar, Selasa (17/1/2023).
Sedangkan salah seorang pebiliar Badung Irwan Limardi langsung menghuni tim Pra-PON tanpa seleksi dan mendapat keistimewaan karena di PON XX/2020 di Papua silam, berhasil meraih medali perak di nomor 8 ball single putra. Meski pada partai puncak itu Irwan dikalahkan Risky dari Jambi.
“Terkait kuota, di tim biliar pra-PON Bali nantinya dihuni minimal 10 pebiliar. Tapi semuanya ya kembali lagi terkait dana, jika mencukupi paling tidak kirim 16 atlet. Untuk nomor yang dipertandingkan di pra-PON maupun PON XXI/ 2024 nanti yakni 22 nomor,” tambah Willy yang juga mantan pelatih billiar PON Bali saat PON 2020 lalu.
Lantas bagaimana dengan prediksi rival dalam perebutan tiket ke PON 2024 melalui pra-PON ? Willy menyebutkan rival di level nasional datangnya dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Papua, serta Jawa Timur.
Untuk perhelatan Pra-PON sendiri digelar pada bulan Agustus 2023 mendatang di Jakarta.
“Pastinya daerah itu selain pebiliar seniornya yang tangguh kini juga banyak pebiliar-pebiliar muda berkualitas bermunculan dari provinsi-provinsi tersebut,” demikian Willy Soedarno. (ari/jon)








