
KUTSEL – Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi Bali menegaskan bahwa banjir yang kerap terjadi di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai bukan dikarenakan oleh sempitnya drainase. Melainkan akibat tumpukan sampah yang menyumbat pintu masuk air.
Kepala Satker PJN Wilayah III Provinsi Bali, I Nyoman Yasmara mengatakan, hal tersebut didasarkan atas pengalaman selama ini. Yang mana sampah, selalu menjadi faktor utama meluapnya air hujan dari alur sungai.
“Sampah yang banyak tersangkut dan menyumbat grill saluran, sehingga air hujan yang harusnya terbuang melalui saluran, malah meluap ke badan jalan,” bebernya dihubungi via ponsel pada Senin (16/1/2023).
Karenanya dia mengajak agar masyarakat bisa turut menyadari dan memperhatikan itu. Tentunya dengan cara tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Sebesar apapun kita buatkan saluran, tapi masyarakat masih membuang sampah sembarangan, maka akan tetap terjadi banjir di sana,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Satker PJN Wilayah III Provinsi Bali, M Solthon. Kata dia, biang dari banjir pada area Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai (Jimbaran) adalah sampah.
“Seperti kemarin, begitu air meluap, kami sudah langsung terjunkan tim ke lokasi. Begitu sampah kami angkat, tidak sampai satu jam air sudah mengalir,” ungkapnya.
Kata dia, total ada satu truk sampah yang berhasil diangkat dari pintu masuk sodetan. Tepatnya yakni sodetan yang merupakan terusan alur sungai kering, sekitar SDN 6 Jimbaran.
“Di sekitar sana sesungguhnya ada dua alur sungai yang crossing jalan. Satunya di dekat SLBN 1 Badung, dan satunya lagi di dekat Bluebird Pool Jimbaran. Tapi kemarin yang di SLBN tidak ada masalah,” sebutnya sembari menyakini bahwa banjir pada lokasi itu tidak akan terjadi, tanpa adanya sampah yang menyumbat. Terkecuali jika yang terjadi adalah banjir Rob.
“Kemarin saya juga dibantu DLHK Badung untuk pembersihan di sana,” imbuhnya menuturkan penyikapan banjir di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai (Jimbaran) pada Minggu (15/1/2023) yang disertai pula pengerahan pompa. (adi/jon)








