
DENPASAR – Pengprov PJSI Bali minimal mengirimkan 16 judoka putra dan putri ke pra-PON cabang olahraga (cabor) judo. PJSI Bali memastikan hanya 8 judoka per kelas nantinya yang lolos PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
“Ya, memang nantinya berdasarkan poin yang dikumpulkan judoka seluruh Indonesia termasuk Bali di setiap kelasnya harus masuk 8 besar yang lolos PON 2024. Pasalnya, di PON nanti memang yang bertanding di PON per kelasnya hanya 8 judoka,” ungkap Ketua II membidangi Binpres Pengprov PJSI Bali, Agus Putra Adnyana di Denpasar, Rabu (11/1/2023).
Diakui, seperti sebelumnya memang persaingan sangat ketat karena beberapa daerah sudah memiliki kesiapan matang dengan menjalankan pelatda di daerahnya masih-masing sejak aeal tahun 2022. Daerah itu diantaranya Jawa Barat dan DKI Jakarta.
“Mereka sudah siap lebih awal bahkan juga telah menyiapkan di pelatda itu para judoka-judoka pelapis. Ini merupakan persiapan matang apalagi di setiap Kejuaraa Nasional dengan poin, satu kelas yang dipertandingkan maksial boleh turun dua judoka setiap daerah yang ambil bagian,” tambahnya.
Satu lagi yang menjadi perhatian da antisipasi bagi Agus Putra Adnyana yakni salah seorang judoka putra Bali, Gede Agastia yang menghuni pelatnas, sudah difokuskan dan diproyesikan PB PJSI ke Olimpiade.
“Saya khawatirkan jika Agastia di pertandingan nanti dengan proyeksi olimpiade ada perubahan berat badan atau kelasnya, termasuk di PON 2024 mendatang. Ini jelas harus diperhatikan karena kenaikan atau penurunan kelas atau berat badan akan mengganggu persiapannya nantinya,” pungkas Agus Putra Adnyana. (ari/jon)








