
DENPASAR – Kerja keras Kota Denpasar untuk bisa menyabet predikat juara umum Porprov Bali XV/2022 memang masih belum bisa direalisasikan. Posisi runner up masih tetap menjadi bagian yang harus legowo diterima. Apa yang menjadi kekurangan atau kendala cabang olahraga (cabor) dibawah KONI Denpasar memang harus diketahui terutama cabor yang prestasinya menurun.
Guna membuat cabor itu lebih bagus lagi di Porprov Bali selanjutnya atau Porprov Bali XV mendatang, KONI Denpasar bakal melakukan kajian, demi mencarikan solusi bagi cabor dalam kondisi menurun itu. Ya, ada beberapa cabor dibawah KONI Denpasar justru di luar ekspetasi dalam sisi realisasi target yang diberikan, atau tak sesuai dengan harapan.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum KONI Denpasar I Made Darmiyasa, KONI Denpasar bakal segera mengkaji cabor Kota Denpasar yang gagal merealisasikan target itu.
“Kami tidak bisa menyebutkan cabor apa saja yang gagal merealisasikan target lantaran tidak etis. Pastinya kami akan segera mengkaji dengan cabor bersangkutan apa yang membuat mereka gagal merealisasikan targetnya,” ungkap Darmiasa di KONI Denpasar, Selasa (29/11/2022).
Dicontohkannya, ada cabor yang terlalu banyak mematok target emas namun hasilnya untuk meraih setengahnya saja tidak bisa.
“Tapi kami tidak menyalahkan, justru kami mengapresiasi perjuangan dan kerja keras atlet Denpasar,” sebutnya.
Lalu kapan koordinasi itu dilakukan ? Diakui Darmiyasa rencana digelar saat rapat kerja (raker) anggota KONI Denpasar pada Februari 2023 mendatang. Meski terbilang cukup lama, pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada cabang olahraga yang gagal merealisasikan target itu untuk menyiapkan alasan dan faktor penyebab gagalnya mereka.
Darmiyasa tak memungkiri raihan emas Kota Denpasar di Porprov Bali kali ini bertambah cukup signifikan. Di hari terakhir, Denpasar mengumpulkan 146 emas, sedangkan di Porprov Bali 2019 hanya 106 emas.
Soal bonus, KONI Denpasar belum bisa memberikan keterangan kapan dan dimana akan diserahkan kepada atlet maupun pelatih. (ari/jon)








