
KLUNGKUNG- Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Klungkung I Wayan Buda Parwata memberikan atensi seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Lingkungan Pemkab Klungkung.
Ia mengingatkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengedepankan prinsip transparansi dan profesionalisme seseorang untuk dipilih menempati jabatan pimpinan tinggi pratama atau pejabat setingkat eselon II.
Meskipun kata dia, Bupati memiliki kewenangan dalam memilih satu dari tiga orang yang sudah mengantongi rekomendasi Komisi ASN, sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah RI Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pengawai Negeri Sipil, namun sebaiknya profesionalisme seseorang wajib dikedepankan.
“Transparansi ini penting, untuk menghindari kecurigaan,” kata Buda Parwata Rabu (16/11/2022)
Politisi asal Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan ini melihat ada indikasi banyak pejabat enggan ikut proses seleksi menyusul diperpanjangnya jadwal pendaftaran.
Menurut dia, keengganan itu disebabkan karena pejabat bersangkutan merasa ragu. Berkaca dari pengalaman lelang jabatan sebelumnya, mereka yang mempunyai nilai tertinggi dan menempati urutan nomor satu tidak serta merta terpilih menempati posisi jabatan tinggi pratama.
Bahkan, Buda Parwata mencurigai yang akan menempati posisi di setiap jabatan yang dilelang, sudah disiapkan orang-orangnya. Oleh karena itu, pihaknya menyerukan agar proses ini diawasi bersama.
“Saya sebagai pimpinan partai maupun sebagai anggota DPR Klungkung, agar proses lelang jabatan ini benar-benar transparan. Bahwa mereka yang ikut, memiliki peluang yang sama. Sehingga proses lelang jabatan ini, ke depan memiliki prioritas dan legalitas dalam memilih pejabat yang berkompeten,” tegasnya.
Pemkab Klungkung melalui panitia seleksi sedang melaksanakan proses seleksi JPTP. Pengumuman tiga nama terbaik sudah dilaksanakan 15 November 2022. Tim Pansel menyerahkan tiga nama terbaik itu kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pada 16 November 2022.
Selanjutnya Bupati mengusulkan ketiga nama terbaik itu untuk dimintakan rekomendasi kepada Komisi ASN pada 18 November 2022. (arn,yan)








