
JEMBRANA – Putusnya jembatan penghubung antara Banjar Dauh Pangkung dan Banjar Dangin Pangkung di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, hingga kini belum ditangani instansi terkait.
Untuk membuka akses di kedua banjar tersebut, warga membangun jembatan sederhana menggunakan kayu.
Jembatan kayu dibangun swadaya dengan bergotong royong. Hanya saja jembatan kayu yang dibangun pasca banjir tiga pekan lalu, cukup dilalui sepeda motor. Dan itupun hanya bisa dilalui satu motor. Dan bila pengguna sepeda motor lebih dari satu, mereka harus rela bergantian.
Pasca banjir aktifitas di kedua banjar sempat terputus, kini sudah sedikit tersambungkan lagi. Sementara pengguna kendaraan roda empat, menggunakan akses jalan memutar di jalur utama Denpasar Gilimanuk.
Perbekel Pekutatan Gede Silagunada dikonfirmasi Selasa (1/11/2022) jembatan tersebut merupakan akses jalan kabupaten. “Terputusnya akibat terjangan banjir, lantaran di sana ada dua banjar dan penduduk lumayan banyak, mereka tidak leluasa beraktifitas keluar,” katanya.
Hal itulah yang membuat warga berinisiatif membangun jembatan kayu dengan bergotong royong. “Jembatan kayu dibuat, sifatnya sementara,” katanya. Silagunada berharap jembatan permanen dibangun lagi, karena akses di sana menjadi urat nadi penghubung kedua banjar berikut menuju ke pantai Pekutatan. (ara,dha)








