
DENPASAR – PP. IMI diprediksi bakal tidak akan bisa menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dengan kata lain program tahunan untuk roda dua dan roda empat tersebut bakal hangus tahun ini. Menurut Humas Pengprov IMI Bali Gede Sukarna, banyak faktor yang membuat dirinya memprediksi hal seperti itu. Faktor yang paling utama menjadi kendala yakni soal pendanaan atau anggaran dalam menggelar Kejurnas di masa pandemi seperti sekarang ini.
“Prediksi saya seperti itu, karena memang untuk menggelar Kejurnas tidaklah mudah karena membutuhkan dana yang cukup besar sementara untuk menggali dana ke pihak ketiga dalam hal ini sponsor di masa sekarang ini sangatlah sulit. Belum lagi untuk menerapkan protokol kesehatan juga agak sulit juga,” tutur pria yang akrab disapa Gordon itu, Selasa (04/8/2020).
Kesulitan untuk itu sejatinya bisa diatasi seperti dipertandingkan tanpa penonton. Namun semuanya juga terasa berat karena juga terkait dengan tiket penonton yang pastinya turut membantu pemasukan. “Tak kalah pentingnya yakni terkait persiapan karena untuk mempersiapka sebuah Kejurnas harus dilakukan beberapa bulan sebelumnya apalagi sekarang virus corona juga tidak jelas kapan berakhirnya,” tambah Gordon.
Meski demikian lanjutnya, kalau untuk menggelar even diluar even PP. IMI bisa saja dilakukan yang sifatnya oleh perorangan atau perusahaan swasta. Hanya saja nanti kembalinya bakal dihadang dengan masalah anggaran dan persiapan juga. “Ya kalau seperti Moto GP memang bisa karena itu memang sudah terikat kontrak dengan pihak sponsor sejak awal sehingga masalah pendanaan sudah tak masalah lagi. Itu kalau melihat skup besar,” tegas Gordon.
Hanya saja bagi Bali sendiri hal itu tak menjadi halangan berarti untuk para pebalap terutama kroser yang kini melakukan persiapan menghadapi PON XX/2021 di Papua. “Kalau hanya untuk latihan saya rasa kroser Bali tetap melakukan latihan secara rutin seperti yang dilakukan kroser PON Bali yang tergabung di klub Bali MX,” tutup Gordon. (ari)








