
GIANYAR – Kementerian Koperasi dan UKM RI memfasilitasi 60 wirausaha atau pelaku UMKM di Kabupaten Gianyar untuk menjadi calon pengusaha. Pendampingannya melalui Pemasyarakatan Konsultasi Bisnis yang digelar di Villa Kori Maharani, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Jumat (9/9/2022).
Pada kesempatan itu, Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra memberikan motivasi kepada pelaku UMKM agar tidak takut memulai dari nol. Pejabat asal Payangan itu juga menyemangati peserta agar optimis.
Bupati Mahayastra memberikan contoh dirinya sendiri yang telah sukses membangun Villa Kori Maharani yang jadi tempat acara.
“Ini saya rintis sejak tahun 2003. Punya Rp100 juta bikin satu rumah. Butuh waktu 4,5 tahun kemudian baru punya enam unit,” ujar Made Agus Mahayastra.
Tahun 2017, Agus Mahayastra baru berani membuka villa yang berlokasi di pesisir pantai Siyut, Tulikup tersebut.
“Sempat mikir bagaimana bersaing dengan hotel berbintang yang sudah terkenal, tapi saya tetap bertekad. Sekarang, astungkara villa ini eksis dan sudah menguntungkan. Jadi kalian juga tidak perlu takut memulai. Banyak pengusaha sejarahnya mulai dari nol. Jangan pernah ragu, jangan ada gengsi,” ucapnya berpesan.
Lebih jauh saat mengatakan Mahayastra Ulapan (Ubud, Tegallalang dan Payangan) oleh Bappenas sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
“Rohnya adalah pariwisata desa dan yang paling penting adalah kesiapan para generasi muda. Harus pintar berbahasa, ngerti kebutuhan market. Yang dijadikan hotel adalah rumah penduduk. Jadi yang dapat porsi terbesar adalah wirausaha itu sendiri,” ujar Mahayastra.
Menurutnya, jumlah wirausaha di Gianyar ada lebih dari 80.000.
“Bayangan Saya Gianyar jauh lebih banyak dari 80.000 UMKM. Contoh di Ubud, sepanjang 30 km tidak putus-putus ada usaha masyarakat sepanjang itu,” tandasnya.
Sementara, Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi UKM RI, Tarkah Badrus mengatakan, Konsultasi bisnis ini bersinergi dengan Anggota Komisi VI DPR RI, Nyoman Parta.
“Wirausaha pemula perlu ada pendampingan, kolaborasi ini diharapkan agar mereka bisa naik kelas jadi pengusaha,” ujarnya.
Bagi yang belum punya Nomor Induk Berusaha, sertifikasi halal dan sejenisnya diminta bersuara atau konsultasi. Terlebih di Gianyar sudah ada PLUT di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh.
“Kita juga dorong agar pemerintah memanfaatkan 40% dari APBD untuk belanja produk UMKM,” terangnya.
Secara nasional, Kemenkop mencatat jumlah pelaku UMKM di Indonesia sebanyak 64 juta orang. “Termasuk di dalamnya provinsi Bali ada sebanyak 556.000. Khusus Gianyar ada 80.000an, itu sudah by name by address,” jelasnya.
Sementara , Nyoman Parta mengaku selama 3 tahun ditugaskan di Komisi VI belajar banyak tentang pendampingan UMKM.
“Kita tahu betapa susahnya membangun usaha, telah pernah dilakukan pelatihan pilih ide produk, surat menyurat, pengurusan NIB, mendapatkan P-IRT, BPOM surat izin edar, hingga pelatihan barista level II. Ada yang sudah praktek jualan, barista rata-rata mereka langsung kerja. Ada yang berangkat ke LN, buka usaha sendiri. Pelatihan digital marketing juga sudah, bagaimana berjualan di dunia digital. Ternyata itu belum cukup, banyak masih stagnan dan bertanya. Maka hari ini ada konsultasi bisnis, forum tempat curhat,” ujarnya.
Parta pun berharap setelah konsultasi, 60 peserta ini diharapkan bisa naik kelas jadi pengusaha. “Produknya bisa diandalkan, syukur-syukur bisa mandiri, bisa pekerjakan tetangga, hebatnya lagi bisa bayar pajak ke negara. Kan luar biasa manfaatnya,” ujar politisi asal Desa Guwang ini. (jay)








