
TABANAN -Disaat gencarnya pembahasan RAPBD perubahan 2022 serta memasuki pembahasan RAPBD induk 2023, DPRD Tabanan khususnya untuk yang terkait regulasi dan pendapatan semakin gencar turun ke lapangan. Salah satunya yang dilakukan Komisi I dan III kunjungan lapangan ke PT. Tirta Amertha Buana (TAB) atau yang lebih dikenal dengan sebutan PDAM Tabanan, Selasa (6/9/2022).
Dalam kunjungan lapangan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi I, I Putu Eka Putra Nurcahyadi dan Ketua Komisi III, AA Nyoman Dharma Putra. Dalam kunjungan tersebut Komisi I lebih menyoroti susunan direksi PDAM Tabanan disesuaikan dengan regulasi seperti Perda tentang PDAM.
“Intinya kami ingin mengetahui tentang kesesuaian antara regulasi dengan susunan direksi PDAM yang ada saat ini,” tandas Eka Nurcahyadi usai pertemuan dengan direksi PDAM.
Bukan hanya itu, kata Eka Nurcahyadi, pihaknya lebih ingin mengetahui tentang pelayanan yang dilakukan PDAM Tabanan dilihat dari potensi yang dimiliki sangat besar termasuk sumber daya manusia.
“PDAM harus lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat khususnya pelanggan,” ucap pria asal Marga ini.
Ke depan juga diharapkan , PDAM melakukan berbagai terobosan inovatif untuk meningkatkan pelayanan termasuk digitalisasi pelayanan. Begitupun menggali potensi pendapatan lain memanfaatkan banyaknya sumber mata air, bukan sekedar menjual air bersih, juga membuat air dalam kemasan.
“Kami ingin PDAM terus melakukan inovasi, detailnya akan kami bahas dalam rapat kerja nanti,” katanya.
Ketua Komisi III yang membidangi Ekonomi dan Pendapatan Daerah AA Nyoman Dharma Putra tetap fokus pada upaya peningkatan pendapatan daerah. Untuk itu, dia juga mendorong, PDAM Tabanan melakukan diversifikasi usaha seperti pembuatan air kemasan atau inovasi lainnya.
“Aneh saja saat kami datang disuguhi dengan air mineral merk lain, coba kalau bisa air kemasan Tabanan. Akan lebih bagus,” harapnya.
Soal tarif, Gung Baron panggilan akrabnya mengharapkan , kebijakan tidak populis dengan menaikkan tarif tidak dilakukan. Mengingat kondisi masyarakat saat ini baru saja menggeliat Kembali pasak pandemic Covid-19.
“Kalau itu dipaksakan, akan sangat memberatkan masyarakat khususnya konsumen. Kalau boleh, selama masih ada keuntungan ditunda dulu,” pintanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Tirta Amertha Buana (TAB) I Nyoman Wirah Adnyana mengatakan, kalau dewan meminta pihaknya untuk meningkatkan kinerja dalam upaya meningkatkan pendapatan untuk bisa membiayai pembangunan daerah.
“Kami diminta terus melakukan inovasi dan peningkatan kinerja, untuk peningkatan pendapatan,” sebutnya, seraya mengatakan kalau usulan dewan untuk membuat air kemasan masih akan dikaji lebih mendalam.
Soal tarif, dikatakan mantan direktur umum ini, kalau pihaknya sejak 2010 belum pernah menaikkan tarif. Namun demikian, pihaknya bersyukur masih tetap meraih laba. Di tahun 2020, laba sebesar Rp2,3 MIliar, kemudian turun di 2021 menjadi Rp2,2 Miliar dan tahun 2022 ini targetnya Rp 2,5 Miliar.
“Tahun depan (2023),kami menargetkan laba sebesar Rp 3 Miliar,” pungkasnya. (jon)








