
DENPASAR –Menyikapi minimnya penumpang Trans Metro Dewata (TMD), Ketua Komisi III DPRD Bali meminta pada Dinas Perhubungan Provinsi Bali agar melakukan evaluasi dan pembenahan manajemen. Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana, via telepon Rabu (24/8/2022).
Menurutnya, banyak yang perlu dibenahi dalam meningkatkan layanan transportasi publik, salah satunya adalah kedisiplinan pengemudi bus TMD. Disiplin pengemudi bus yang harus dibenahi. Selama ini terpantau langsung, bahwa kebanyakan melanggar marka jalan, sampai ugal-ugalan saat mengemudi armada tersebut.
“Saya lihat langsung sering melanggar marka, ugal-ugalan di jalan. Bahkan setelah beberapa waktu lalu sempat kami peringatkan atas terjadinya beberapa kecelakaan. Bahkan ada yang sampai menyebabkan kehilangan nyawa,”katanya.
Politisi PDIP dari Puri Gerenceng Denpasar ini menambahkan, manajemen Trans Metro Dewata harus terus ditingkatkan kemampuannya. Terutama dalam mengelola perusahaan yang bertugas melayani publik. Kalau dibandingkan dengan pengelolaan usaha yang dilakukan oleh swasta murni yang tidak memiliki konsep usaha yang melayani masyarakat dalam bertransportasi sehingga menjadi daya tarik untuk memanfaatkan layanannya.
Sesuai apa yang disampaikan dalam pemberitaan media, memang masih sepi penumpang dan hanya koridor 1 dan 2 yang mulai kelihatan ada penumpang. Olehkarenanya manajemen yang harus dibenahi dan ditata kembali untuk menjadi lebih baik.
“Kalau tidak bisa membenahi disiplin jangan salahkan kami di dewan, kami akan merekomendasikan penghentian operasi kalau memang membahayakan masyarakat,”tegasnya.
Sementara adanya wacana pemerintah pusat untuk menaikan harga BBM, diharapkan masyarakat Bali termasuk wisatawan yang datang ke Bali diminta untuk lebih banyak memanfaatkan transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi. Selain harga yang murah juga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi agar bisa mengurai kemacetan yang terjadi. Selain itu, pemanfaatan transportasi publik, kedepannya dapat menahan potensi lonjakan inflasi.
Pihaknya juga berharap melihat koridor 1 dan 2 dari layanan Trans Metro Dewata, sudah terlihat secara perlahan-lahan sudah diminati masyarakat. Khususnya masyarakat yang menuju atau dari bandara, mereka sudah menggunakan transportasi umum yang disediakan oleh pemerintah tersebut.
“Kalau penumpang selama ini, saya secara langsung menggunakannya ke bandara dan kembali selalu terisi 30% bahkan pernah penuh. Mari kita manfaatkan layanan transportasi ini untuk menghindari terjadinya kemacetan lalulintas dan mengurangi terjadi kecelakaan,”pungkasnya. (arn/jon)








