
DENPASAR – Para pebulutangkis muda yang penuh potensi dan berbakat di Bali nampaknya masih membutuhkan totalitas dukungan dari pihak pemerintah dalam hal ini Dispora atau pihak sekolah – sekolah dan orang tua (ortu) pebulutangkis itu sendiri, Ungkapan itu muncul saat para pebulutangkis Bali menominasi juara pada Kejuaraan Bulutangkis bertitel Anugerah LMATS Open 2022, yang berakhir pada Sabtu (21/8/2022) sore.
Seperti diungkapkan owner LMats Bali, I Kadek Agus Ardika, dengan kejuaraan yang melibatkan pebulutangkis di pulau Jawa serta diikuti 54 klub serta 511 pebulutangkis yang bertanding, akan membuat para pebulutangkis Bali bisa menambah jam terbang dan mental mental bertanding akan bisa berlipat, sehingga bisa menjadi pebulutangkis masa depan Bali.
“Tak kalah pentingnya dari semua itu yakni totalitas support atau dukungan dari pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Olahraga terhadap kondisi pebulutangkis muda berprestasi terkait dengan pelajaran di sekolah dalam hal ini ekstrakulikuler dala konteks olahraga. Semisal soal dispensasi, pebulutangkis saat mengikuti kegiatan yang sifatnya penting dan demi nama daerahnya benar-benar bisa diberikan dispensasi secara keseluruhan,” tutur Agus Ardika yang juga Bendahara Pengprov PBSI Bali saat dikonfirmasi usai penutupan kejuaraan tersebut.
Tak hanya pemerintah, pihak ortu juga diharapkan berbuat seperti itu.
“Ketika orang tua melihat potensi anaknya memang bermain bagus di bulutangkis maka jangan setengah-setengah mendukung antara sekolah dengan bermain bulutangkis. Jadi kalau anaknya memiliki potensi bakat dan kemampuannya di bulutangkis ya arahkan jangan diarahkan ke lainnya,” tegas Agus Ardika.
Hal senada juga diutarakan Ketua Umum PBSI Bali, I Wayan Winurjaya.
“Ya keduanya baik pemerintah dan ortu memang dibutuhkan totalitas dukungan. Kita bisa lihat di Bali saja pebulutangkis yang skses sampai ke level nasional kalau kesehariannya memang diperole dari bagaimana juga ortu ikut aktif mendukung anaknya di dunia bulutangkis sampai kemanapun jenjangnya,” tutup Winurjaya. (ari/jon)








