
BULELENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dukung upaya Bank BPD Bali, PD BPR Bank Buleleng 45 dan sejumlah SD mensinergikan Gerakan Buleleng Menabung dengan pembentukan Bank Sampah Unit Sekolah.
Upaya sinergis ini juga diapresisasi sebagai implementasi kreatif Pergub Bali No 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dengan menggerakkan secara bersama-sama seluruh stakeholder.
“Sebuah sinergisitas dari seluruh stakeholder yang ada di Buleleng dalam mengimplementasikan Pergub No 47 tahun 2019, salah satu metode yang kita gunakan adalah membuat Bank Sampah Unit, disamping mengurangi timbulan sampah tentu juga memberikan edukasi sehingga yang kita sasar adalah sekolah-sekolah,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat usai meninjau Denplot Singaraja Smart Agro City, Selasa (16/8/2022).
Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Buleleng ini menandaskan kerjasama yang dikembangkan Bank BPD Bali, PD BPR Bank Buleleng 45 dan pihak sekolah, mensinergikan Bank Sampah Unit Sekolah dengan program Simpanan Pelajar (SimPel) dan Simpanan Generasi Muda (SimMuda) ini sangat elegan, menarik, edukatif dan bermanfaat.
“Dengan bekerjasama, mengkerjasamakan, bersinergi dengan perbankkan tentu ini membuat skema pembayaran terhadap sampah yang dikumpulkan menjadi lebih elegan dan modern,” ujarnya.
Ia berharap, hal ini tidak sebatas wacana, sebatas simbolis, tapi dapat terimplementasi nyata dimana sekolah bergerak dengan siswanya membawa sampah yang sudah terpilah rumah, dikumpulkan oleh Bank Sampah Unit yang ada dimasing-masing sekolah, kemudian didistribusikan ke Bank Sampah Induk.
“Selanjutnya Bank Sampah Induk mengurai ke pengepul untuk didaur ulang menjadi produk skuler,” jelasnya.
Gerakan sinergis ini, kata Melandrat, diharapkan bisa terus bergerak secara bersama-sama dan simultan untuk mengelola sampah menjadi bermanfaat.
“Oleh karena itu Bank Sampah Unit harus memiliki integritas, tanggungjawab akuntabel yang kuat, karena sebuah organisasi pasti pertanggungjawaban keuangan yang paling mendasar. Dengan adanya kerjasama dengan perbankkan, diharapkan dapat meminimalisir persoalan yang mungkin timbul,” terangnya.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, gerakan pilih dan pilah sampah berbasis sumber akan menjadi momentum yang sangat kuat untuk daur ulang.
“Kalau anorganik atau plastiknya kita daur ulang menjadi produk skuler. Organiknya kita olah melalui tempat edukasi, Singaraja Smart Agro City yang akan panen perdana, produk pangan yang dihasilkan dari pupuk komposting, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan pada mementum Hari Kemerdekaan RI Ke-77,” pungkasnya. (kar/jon)








