
DENPASAR – Tiga pertandingan yang telah dilakoni Bali United lalu dengan jadwal laga dua kali larut malam kini mulai disorot kalangan sepakbola di Bali. Dalam dual aga malam itu yakni yakni pada pukul 21.00 WITA saat Bali United melawan Persija dan 21.30 WITA menghadapi RANS Nusantara FC. Sedangkan pada saat bertandang ke markas PSM Makassar, Spasojevic dkk pada pukul 17.00 WITA.
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, tidak pernah pertandingan Bali United digelar larut malam. Malah semua pertandingan tidak dilakukan pada pukul 20.30 WIB atau 21.30 WITA kecuali saat bulan puasa saja. Melakoni pertandingan sisa di bulan Agustus ini Bali United kembali harus bermain larut malam atau kick off mulai pukul 21.30 WITA melawan Arema FC pada Sabtu (13/8/2022) mendatang. Dan itu membuka langkah dihadiri para pendukung kedua tim. Dengan jadwal pertandingan malam hari, tentu ada dampak yang harus diantisipasi agar sepak bola tetap dapat dinikmati dengan baik.
Bahkan arsitek Bali United Stefano “Teco” Cugurra juga mengutarakan komentarnya baru-baru ini terkait hal tersebut. Dirinya mengaku tidak terlalu mempermasalahkan jika timnya harus bermain larut malam. Hanya saja, persoalan bagi Teco yakni para suporter yang datang langsung ke Stadion Dipta Gianyar. Jika pertandingan dimulai terlalu malam, maka akan selesai dini hari dan hal itu akan berisiko bagi para penonton yang akan kembali pulang ke rumah masing-masing.
Tidak hanya itu, jam istirahat para suporter maupun pemain pun pastinya akan menjadi terganggu karena hal tersebut. Sebagaimana diketahui, manusia idealnya membutuhkan waktu tidur selama 8-9 jam per hari.
“Kondisi ini sama dan sudah terjadi dari liga musim kemarin. Kami tidak masalah main malam tapi suporter pertandingan mulai pukul 21.30 pasti terlalu malam. Mereka kembali ke rumah pukul 01.30 subuh. Lalu harus bangun untuk bekerja. Bagi anak yang masih sekolah juga harus bangun pagi,” pungkas tutup Teco. (ari/jon)








