
DENPASAR – Dosen Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Seni Rupa dan Desain ( FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar melaksanakan penelitian dan penciptaan seni untuk penggarapan karya Film Dokumenter Sosial Budaya dengan mengangkat topik Pakem Tata Rias Pengantin Kota Denpasar.
Ketua Penelitian dan Penciptaan Seni Ni Kadek Dwiyani, S.S., M.Hum menjelaskan, salah satu topik ini yang diambil sebagai aspek budaya yang memiliki kaitan erat dengan tradisi prosesi pernikahan yang bertujuan mengidentifikasi dan memvisualisasikan makna, perlambang dan fungsi tata rias pengantin di kota Denpasar terkait dengan status sosial masyarakat.
“Topik ini dipilih oleh peneliti dengan acuan tema riset dalam Panduan PPKM Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (2021: 110) terkait dengan Seni, Identitas, Kebudayaan dan Karakter Bangsa, dengan topik Seni Tradisi dan Pewarisan,” kata Ni Kadek Dwiyani yang merupakan Dosen Prodi Film dan Televisi, Rabu (27/7/2022).
Penelitian beranggotakan I Kadek Puriartha, S.Sn., M.Sn ( Dosen Prodi Film dan Televisi) dan Dewa Ayu Putu Leliana Sari, S.Pd., M.Sn ( Dosen Desain Mode). Penelitian dilakukan untuk menggali dan melestarikan tradisi budaya sehingga pakem tata rias pengantin kota Denpasar dapat menunjukkan identitas dan eksistensinya dalam modernisasi saat ini.
Ni Kadek Dwiyani mengungkapkan, kebudayaan yang berkembang dalam tatanan kehidupan masyarakat Bali tidak pernah bisa dilepaskan dengan tradisi dan prosesi manusia yadnya yaitu pernikahan. Hal ini menjadi satu daya tarik yang dapat menjadi magnet bagi orang banyak untuk mempelajari kebiasaan masyarakat yang menjadi bagian dari budaya tersebut.
Ia menuturkan, metode yang dipergunakan dalam penelitian dan penciptaan seni ini merupakan kolaborasi antara metode penelitian dengan penciptaan yang dilakukan dalam beberapa tahapan.
Pertama, tahapan pra-produksi yang terdiri dari eksplorasi ide dan pengembangan yang akan menghasilkan data dukung untuk kebutuhan dalam tahapan selanjutnya yaitu tahapan produksi.
Kedua, tahapan produksi yang merupakan tahapan pengambilan gambar yang akan dipergunakan untuk kebutuhan alur pembuatan film dokumenter.
Ketiga, tahapan pra-produksi yang merupakan finalisasi untuk proses editing dan penyelesaian akhir lainnya. Tinjauan pustaka yang digunakan adalah teori Dokumenter (Ayawaila: 2018) dengan pendekatan sosiologi terkait dengan teori Kelas Sosial (Sare: 2007) untuk dapat menelaah rumusan permasalahan yang diangkat.
Terkait dengan topik yang diangkat, peneliti juga melibatkan narasumber yang kompeten, yaitu Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, selaku praktisi dan profesional sekaligus pemilik TUK Salon Agung, Anak Agung Mayun T, M. Si, Dosen, praktisi dan profesional Tata Rias Pengantin Bali dan Ayu Ketut Putri Rahayuning, M. Sn., selaku profesional Tata Rias Pengantin Bali sekaligus Ketua DWP ISI Denpasar.
“Keterlibatan mahasiswa sebagai implementasi penerapan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) adalah melalui riset lapangan sehingga nantinya mahasiwa mampu untuk mewujudkan projek independen sebagai perwujudan tugas akhir studi mereka,” ujarnya.
Dwiyani menambahkan, mahasiswa juga dilibatkan dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait produksi film dokumenter yang mendatangkan alumni sekaligus profesional yaitu Dewa Made Febriantow Sukahet, S.Tr. Sn, M.Sn., dan Helvin Topannesa, S.Tr yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2022 di ISI Denpasar.
“Luaran wajib penelitian dan penciptaan seni terdiri dari film dokumenter sebagai edukasi sosial budaya bagi masyarakat umum, desiminasi pada seminar nasional Bali Dwipantara Waskita pada 29 Juli 2022, artikel ilmiah dengan status submitted pada Jurnal Mudra ISI Denpasar, serta publikasi pada media online, media sosial dan sertifikat KI,” tandasnya. (sur)








