
GIANYAR – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP tahun ajaran 2002/2003 melalui sistem zonasi berdampak ke sekolah swasta di Kabupaten Gianyar.
Salah satunya SMP Blahbatuh di Jalan Udayana yang tahun ini hanya mendapat empat siswa sehingga disarankan mencari sekolah lain.
“Bukan kami tidak menerima, tapi karena tidak memenuhi rombel sehingga terpaksa disuruh pindah saja,” ujar Kepala SMP Blahbatuh I Gede Basura, Selasa (12/7/2022).
Sebelum penerapan PPDB jalur zonasi dan masih menggunakan nilai ijazah, SMP Blahbatuh setiap tahunnya mendapat kurang lebih 8 rombel.
“Sekarang hanya tinggal kelas 8 dan kelas 9,” ungkap I Gede Basura.
Kini, I Gede Basura hanya fokus menyelesaikan siswa yang masih ada dengan total 26 siswa. 13 orang di kelas 8 dan sisanya duduk di bangku kelas 9.
Tak menutup kemungkinan, kata I Gede Basura, pihak yayasan akan mengalihkan SMP Blahbatuh menjadi SMK.
“Dua tahun lagi sudah tutup. Nanti terserah yayasan, kemungkinan SMK,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Gianyar I Made Suradnya mengatakan ada sekitar 14 SMP swasta di Gianyar. Namun, pihaknya belum menerima laporan adanya sekolah yang berhenti beroperasi.
Menyikapi kondisi krisis siswa itu, I Made Suradnya berharap SMP swasta maupun negeri memiliki inovasi karena tuntutan zaman sehingga bisa menjadi pilihan masyarakat.
“Dalam setiap pertemuan, kami selalu menekankan baik kepada sekolah negeri maupun swasta harus membuat inovasi karena tuntutan jaman dan merdeka belajar. Sekolah swasta harus punya unggulan inovasi kalau ingin menjadi pilihan masyarakat,” ujarnya. (jay)








