
KUTA – Lomba Kesenian se-Bali bertema ‘Mani Guna’ yang dilaksanakan dalam rangka HUT ke-39 Sekaa Teruna Sanggraha Yasa (STSY) Banjar Pande Mas Kuta terbilang sudah berjalan sukses. Rangkaian lomba telah dilaksanakan seluruhnya, mulai dari tanggal 8 hingga 10 Juli 2022.
Hari terakhir penyelenggaraannya, diisi dengan gelaran Lomba Tari Condong Anak-anak, Lomba Tari Condong Remaja, Lomba Tari Margapati Remaja A, dan Lomba Tari Margapati Remaja B. Dengan mengambil lokasi berbeda dengan lomba-lomba lainnya, yakni di Lippo Mall Kuta.
Ada puluhan penari yang unjuk gigi dalam perlombaan tersebut. Mereka adalah anak-anak usia delapan hingga belasan tahun dari sejumlah kabupaten/kota di Bali.
Para juri dari perlombaan tersebut mengaku bangga terhadap penampilan seluruh peserta. Namun ada satu hal yang menjadi penekanan, yakni soal pemahaman karakter dari sebuah tari.
“Kami sangat bangga melihat penampilan yang semuanya luar biasa. Ini tidak lain adalah berkat kerja keras untuk bisa menampilkan yang terbaik,” ucap Ni Nyoman Budawati SSn, sebagai Juri I lomba tari tersebut.
Pemahaman terhadap karakter tari, ditegaskan dia, adalah sebuah hal penting dalam sebuah pementasan. Sehingga para penari dapat tampil maksimal, dengan penuh penjiwaan. “Ingat karakter tari, jangan over,” ucapnya.
Itupun senada dengan yang disampaikan oleh Ni Wayan Suartini SSn dan Anak Agung Mas Sudarningsih SSn MPd sebagai Juri II dan III. Menurut mereka, pemahaman karakter tari menjadi hal yang tidak boleh dikesampingkan.
“Semua sudah menari dengan bagus. Sudah tahu secara lengkap dari awal sampai akhir. Tapi memang ada bagian-bagian gerak yang perlu diperbaiki dan dilatih supaya semakin bagus. Kuasai karakter tarinya, karena itu mempengaruhi gerakan tari,” pesan Suartini.
Pesan tersebut juga diberlakukan bagi para pelatih ataupun pembina. Para pelatih dan pembina diharapkan bisa menjelaskan kepada anak-anak didik, guna membangun sebuah pemahaman karakter tari.
“Sebagai penari, setidaknya harus tahu dahulu tari apa yang akan ditarikan. Jangan asal nari saja. Pengalaman itu penting, tapi pemahaman juga penting,” sebut Mas Sudarningsih menimpali.
Untuk diketahui rangkaian Lomba Kesenian se-Bali garapan para pemuda STSY Banjar Pande Mas Kuta telah dimulai sejak Jumat (8/7/2022) lalu. Di hari pertama itu, dilaksanakan Lomba Makendang Tunggal dan Tari Jauk Manis. Sementara di hari kedua, yakni Sabtu (9/7/2022) lalu, dilaksanakan Lomba Gender Berpasangan dengan kategori Anak-anak, Berbakat, Remaja A (13-15 tahun), Remaja B (16-18 tahun).
Ketua Panitia I Wayan Christyan Widnyana mengaku sangat bersyukur atas lancarnya pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. Dia menyebut, semua itu notabene berkat kekompakan segenap panitia dan anggota STSY, serta dukungan dari berbagai pihak terkait.
“Untuk puncaknya, itu adalah besok (11 Juli 2022). Di sana sekaligus akan dilakukan penyerahan hadiah kepada para juara,” singkatnya. (adi/jon)








