
TABANAN – Libur panjang kenaikan kelas menjadi berkah objek wisata utama di Tabanan seperti wilayah Bedugul. Wilayah yang terkenal tersebut kini dipenuhi wisatawan domestik terutama para pelajar yang mengisi libur kenaikan kelas. Seperti terlihat di DTW Ulun Danu Beratan, Kamis (16/6/2022), belasan bus ukuran besar memenuhi parkir yang mengangkut siswa luar Bali yang berwisata. Setiap hari paling tidak seribu lebih wisatawan berkunjung. Sementara di Bulan Mei kemarin jumlah pengunjung mencapai 23 ribu lebih.
Pantauan di DTW Ulun Danu Beratan, sejak pagi sudah dipenuhi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Terbukti parkir objek tersebut penuh baik roda empat ataupun roda dua. Belum lagi belasan bus berukuran besar juga nampak terparkir di arela parkir khusus obyek yang mengandalkan keindahan Danau Beratan. Kunjungan masih didominasi wisatawan domestik utamanya para pelajar, juga wisatawan asing.
Selain di DTW Ulun Danu Beratan, wisatawan domestik juga memenuhi areal rest area yang ada di selatan. Lokasi ini jadipilihan karena harga tiket masuk relatif murah, meski mereka memang tidak sepennuhnya melihat keindahan danau dibalik Pura Ulun Danu yang terkenal dengan pelinggih meru di tengah danau. Namun mereka tetap bisa menikmati keindahan Danau Beratan
Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, mengatakan, kunjungan wisatawan hingga sampai saat ini terpantau semakin meningkat sejak ada kelonggaran untuk wisatawan masuk Bali. Terutama setelah ditiadakannya swab PCR dan Rapid tes antigen untuk di Bandara dan masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk Jembrana atau Padangbai Karangasem.
“Meningkat cukup siginifikan. Untuk Mei 2022 yang kami catat sebanyak 23.318 wisatawan. Yang terdiri dari wisatawan asing atau mancanegara ada sekitar 3420 wisatan. Sedangkan domestik ada sekitar 19.898 wisatawan,” ungkap Made Sukarata.
Menurut dia, kenaikan wisatawan itu terjadi sejak puasa atau lebaran lalu untuk Domestik. Sedangkan mancangera juga sama setelah memang adanya peraturan peniadaan syarat masuk dengan rapid atau swab tersebut. “Untuk turis asing mulai meningkat sejak pembukaan penerbangan atau dari kemudahan untuk prokes ketika ada sudah vaksinasi booster. Dari data yang ada, rata-rata setiap hari sudah mencapai 350 orang,” imbuhnya.
Untuk domestik, didominasi anak sekolah-sekolah atau pelajar. Per hari 700 kunjungan. Sedangkan untuk harga tiket masuk sendiri, untuk turis domestik tetap sama yakni sekitar Rp 30 ribu, dan untuk mancanegara Rp 75 ribu. Dari melonjaknya wisatawan ini maka pihaknya mengembangkan bagian utara Pura Ulun Danu itu sendiri.
Nantinya akan ada wahana memberikan pakan kepada ikan-ikan di sana. Setiap pengujung yang akan memberikan pakan ikan dan juga untuk berfoto dibandrol dengan tarif seharga Rp 10 ribu dengan membeli pakan.
“Juga ada tambahan spot bagi wisatawan berinteraksi dengan hewan lucu seperti kelinci dan burung hantu. Kami coba terus melakukan inovasi agar lebih variatif sehingga membuat wisatawan betah berkunjung,” pungkasnya.(jon)








