
DENPASAR – Suksesnya gelaran kejuaraan Petanque baru-baru ini di tengah masa pandemi yang digelar Pengkab FOPI Tabanan menjadi penilaian positif dan menjadi percontohan bagi kabupaten atau kota lainnya di Bali dalam menggelar kejuaraan. Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengprov FOPI Bali Nyoman Yamadhiputra.
“Ini bukan anjuran atau kewajiban untuk menggelar kompetisi dalam masa pandemi sekarang. Setidaknya kalau Pengkab atau Pengkot lainnya di Bali ingi menggelar kejuaraan atau kompetisi bisa mengadopsi cara kejuaraan di Tabanan lalu yang menerapkan protokol kesehatan. Baik itu ketentuan pesertanya, syarat maupun yang lainnya,” tutur Nyoman Yamadhiputra, Rabu (22/7/2020).
Apalagi lanjutnya, kompetisi atau kejuaraan gelarannya cukup yang sederhana dan penjadwalannya di berikan jarak serta tidak sekali bertemu langsung selesai. Sedangkan nomor yang paling tepat untuk dipertandingkan yakni shooting, baik putra maupun putri karenanya yang bertanding bergantian satu atlet saja. Sementara kalau nomor mix bakal melibatkan dua orang atau 3 atlet dalam satu tim yang bisa saja jaraknya berdekatan antara pemain satu dan lainnya. “Namun semua itu memang harus ada orang-orang khusus yang mengawasi jalannya kompetisi. Ada yang mengatur peserta, maupun penonton misalnya yang hendak melihat pertandingan. Dan juga peserta wajib dibatasi,” papar Yamadhiputra.
Diakui Binpres KONI Bali itu, kejuaraan atau kompetisi memang sangat dirindukan oleh atlet. Meskipun saat ini dalam masa new normal tapi syarat serta ketentuan kompetisi dibatasi agar tidak melanggar ketentuan pemerintah. (ari)








