
KLUNGKUNG- Kejaksaan Negeri (Kajari) Klungkung makin kencang membongkar penyelewengan keuangan LPD di beberapa desa adat. Setelah dua orang pengurus LPD Desa Ped, Nusa Penida berhasil dijebloskan ke penjara, kini Kejari menyelidiki LPD Desa Adat Bakas, Kecamatan Banjarangkan. Klungkung Bali.
Kasus dugaan penyelewengan di LPD Bakas yang didalami Kejaksaan Negeri Klungkung sudah masuk ke tahap penyelidikan. Hal ini ditetapkan setelah pihak penyidik melakukan ekspose berdasarkan hasil meminta klarifikasi dari beberapa pihak terkait LPD Bakas.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Klungkung, Erfandi Kurnia Rachman mengungkapkan. Saat ini ada dua laporan yang ditangani Kejari, dugaan penyelewengan keuangan BUMDes Paksebali, Kecamatan Dawan dan LPD Desa Adat Bakas, Kecamatan Banjarangkan.
“Setelah saya koordinasi dengan Kasi Pidsus, fokus nya pada LPD Bakas dulu. Kalau yang di Paksebali, setelah meminta keterangan sejumlah pengurus, ternyata belum ada pemanggilan lagi. Fokusnya di LPD Bakas dulu,” tandas Erfandi Kurnia Racham dihubungi Rabu (1/6/2022).
Terkait apakah ada dugaan penyelewengan di LPD Bakas, ia menyatakan Kejaksaan masih mendalami itu dengan meminta keterangan sejumlah pihak. Pihak Kejari tengah menggali keterangan dari beberapa pihak terkait LPD Bakas. Langkah ini sekaligus menindak lanjuti laporan masyarakat.
“Laporannya memang dugaan penyelewengan di LPD Bakas, tapi kami masih gali-gali keterangan dulu. Kemungkinan minggu ini dan setelah Galungan kami akan lanjut lakukan pemanggilan beberapa pihak,” kata Erfandi.
Dari hasil pengumpulan keterangan sejumlah pihak, kata Erfandi, penyidik sepakat untuk melanjutkan tahap ke penyelidikan.
” Kami belum bisa ungkap ke materi, karena ini memang masih tahap penyelidikan. Kalau penyelidikan sudah ada perkembangannya, kami infokan lagi. Saat ini kami memang fokus dalami LPD Bakas ini,” tegasnya.
Pihak Kejaksaan Negeri Klungkung sebelumnya menerima laporan warga terkait dugaan penyelewengan di LPD Bakas. Bahkan pihak kejaksaan telah meminta klarifikasi ke beberapa pihak, termasuk nasabah.
Ketua LPD Bakas I Made Suerka sebelumnya tidak menampik sempat ada permasalahan kredit macet di LPD Bakas karena dampak dari pandemi. Sehingga pihaknya sempat kesulitan memenuhi penarikan tabungan warga.
“Karena satu orang sulit tarik tabungan, warga khawatir dan berlomba-lomba menarik uangnya. Sementara banyak kredit macet karena pandemi, ini yang membuat kami kesulitan.Tapi saat ini kondisi sudah membaik,” tandas Suerka belum lama ini. (yan)








