
BADUNG – Universitas Udayana kembali mengukuhkan enam Guru Besar di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran, Kabupaten Badung, Sabtu (28/5/2022).
Sebelumnya pada Januari 2022, Universitas Unudaya mengukuhkan lima Guru Besar. Dengan adanya penambahan itu, Universitas Udayana kini memiliki 179 Guru Besar tetap.
Enam Guru Besar yang dikukuhkan yaitu Prof.Dr.drh.I Made Dwinata, M.Kes, (Guru Besar Fak. Kedokteran Hewan), Prof.Dr. Ir. I Putu Sampurna, M.S, ( Guru Besar Fak. Kedokteran Hewan), Prof. Dr. Dra. Ida Ayu Made Puspani, M.Hum, ( Guru Besar Fak. Ilmu Budaya), Prof.Dr.Dra.Wiwik Susanah Rita, M.Si, ( Guru Besar Fak. MIFA), Prof.Dr.dr. Tjokorda Gde Agung Senapathi, Sp.An., KAR, ( Guru Besar Fak. Kedokteran), Prof.Ir.Ida Ayu Astarini, M.Msi, Ph.D. ( Guru Besar Fak. MIFA).
Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU, dalam sambutanya mengatakan, capaian Guru Besar rata-rata usianya cukup muda.
“Kalau dirata-ratakan, dari enam Guru Besar ini tentu jumlah tahunnya atau usia lebih muda. Artinya, capaian akademik untuk Guru Besar, capaiannya bisa dicapai dalam usia lebih muda. Kita terus mendorong agar guru besar dicapai dalam usia relatif lebih muda dan itu menjadi tantangan kita di manajemen Perguruan Tinggi,” ungkapnya.
Prof. Antara menegaskan, merupakan suatu kebanggaan karena Universitas Udayana mengukuhkan enam orang Guru Besar Tetap yakni masing-masing 2 (dua) orang dari Fakultas Kedokteran Hewan, 2(dua) orang dari Fakultas MIPA, 1 (satu) orang dari Fakultas Ilmu Budaya dan 1 (satu) orang dari Fakultas Kedokteran.
“ Dengan dikukuhkan enam guru besar ini maka presentase guru besar yang dimiliki oleh Universitas Udayana adalah sebesar 13 persen (13 persen) dan ini menandakan telah melampaui target dari Kementerian yakni minimal 10 persen. Posisi ini bukan berarti aman karena tentunya akan ada juga yang purna tugas. Hal ini menjadi tantangan untuk mendorong dosen yang sudah berjabatan Lektor dan Lektor Kepala yang memiliki Gelar Doktor atau Ijasah S3 untuk menuju ke Guru Besar,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Guru Besar Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KE, menyambut baik dan bersyukur bertambahnya guru besar di lingkup Unud.
“ Dengan tantangan kedepan yang terus berubah, mudah-mudahan penambahan guru besar mampu memberi sumbangsih, pikiran, inspirasi bagi institusi ini, untuk mengembangkan dirinya lebih baik, tidak saja lingkup lokal, melainan secara nasional maupun internasional,” kata Prof. Suastika.
Ia menambahkan, adanya Forum Guru Besar yang baru dibentuk dan dideklarasikan tahun ini diharapkan mampu berkerja dan mendampingi rektor, untuk membangun, meningkatkan kualitas dan SDM Univesitas Udayana.
“ Kami di forum guru besar diharapkan memberikan masukan-masukan berkontribusi kepada pembangunan ataupun perkembangan universitas ke depannya yang kita inginkan menuju World Class University,” jedasnya. (sur)








