
Pebiliar muda masih banyak belum terekrut di daerah yang ada di Bali
DENPASAR- Demi terlibatnya pemain muda di cabang olahraga (cabor) biliar di daerah atau kabupaten/kota di Bali yang belum memiliki pemain muda, Pengprov POBSI Bali memproyeksikan akan menjembatani daerah di Bali yang berminat untuk menurunkan di Porprov Bali XVI/2024 mendatang.
Hal ini karena untuk memunculkan pebiliar muda masa depan Bali sekaligus mengganikan para seniornya yang gantung stik biliar.
Menurut Ketua Umum POBSI Bali Laksmi Duarsa, proyeksi itu sekaligus untuk merealisasikan pesan Ketua Umum POBSI Bali sebelumnya yakni Njoo Daniel Dino Dinatha terkait “PR” kendala soal pemain muda tersebut untuk mampu muncul di even nasional dengan kualitas yang mumpuni.
“Kalau untuk Porprov Bali XV/2022 yang rencananya digelar November 2022 kami belum bisa menjembatani pemain muda membela daerah yang membutuhkan karena waktunya sangat mepet. Kami proyeksikan setelah itu karena kaitannya dengan administrasi baik di Pengkab POBSI maupun di KONI kabupaten/kota atau administrasi di KONI Bali juga. Sekaligus mewujudkan keinginan Ketua Umum POBSI Bali yang lama,” tutur Laksmi Duarsa di Denpasar, Rabu (20/4/2022).
Disebutkan wanita yang juga bidang medis KONI Bali itu, jika pemain muda itu tidak masuk membela daerah di Bali maka akan kesulitan bisa berlaga di Porprov Bali yang merupakan dasar awal jenjang menuju pra-PON dan PON.
“Hanya saja nanti kami sifatnya memberikan ruang bagi pemain muda tersebut untuk melakukan langkah itu. Tapi semuanya kami kembalikan kepada daerah apa mau melibatkan mereka atau tidak, termasuk peain muda itu sendiri apakah mau atau tidak direkrut daerah di Bali,” tegas Laksmi Duarsa yang juga dokter spesialis perawatn kulit dan kelamin itu.
Nada seirama disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) POBSI Bali Willy Soedarno.
“Nanti mekanismenya pasti akan ada semacam seleksi kecil-kecilan khusus pemain muda itu ke depannya, untuk memberikan ranking mereka di level Bali. Palng maksimal sampai 4 orang saja dan seleksi kemungkinan hanya diikuti maksimal 8 sampai 10 orang saja,” tutup Willy. (ari/jon)








