
Ayu Cahya tidak bisa lagi turun di PON 2024 akibat aturan baru batas usia
DENPASAR – Pasca Keputusan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PB PBSI lalu dimana batas usia pebulutangkis yang boleh turun di PON 2024 mendatang yakni maksimal 21 tahun, membuat Pengprov PBSI Bali bakal merapatkan dengan pengurus Pengkab/Pengkot PBSI seluruh Bali untuk penentuan batas usia maksimal pebulutangkis yang turun di Porprov Bali XV/2022 yang digelar November mendatang.
Menurut Ketua Umum PBSI Bali Wayan Winurjaya, jika PON di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) nantinya digelar 2 tahun lagi, maka pebulutangkis Porprov Bali batas usia maksimal 19 tahun atau usia pebulutangkis yang masuk persyaratan batas usia di PON XXI nantinya.
“Ya memang, mau tidak mau kita harus mengikuti aturan itu, dan nantinya kami akan mensosialisasikan sekaligus berbicara bersama dengan teman-teman PBSI kabupaten/kota di Bali,” ungkap Winurjaya di Denpasar, Senin (18/4/2022).
Baginya, perubahan batas usia pebulutangkis di PON XXI dari PON XX/2020 di Papua dari batas maksimal 23 tahun menjadi 21 tahun di Aceh dan Sumut nanti, hal itu merupakan tugas dan Pekerjaan Rumah (PR) berat bagi PBSI Bali.
“Jelas ini merupakan hal yang harus kita kerjakan karena semua pebulutangkis yang turun di PON Papua lalu nantinya tidak akan bisa turun di PON 2024. Padahal peraih perak PON Papua lalu Komang Ayu Cahya yang sebenarnya bisa turun di PON 2024 akhirnya tidak bisa turun. Hal ini karena usia Ayu Cahya saat ini sudah masuk sekitar 20 tahun. Artinya kalau PON 2024 nanti Ayu Cahya sudah berusia 22 tahun,” tegas Winurjaya.
Kalau aturan batas usia maksimal 21 tahun itu di PON 2024 diakuinya jelas akan merubah batas usia pada Porprov Bali nantinya.
“Berangkat dari semua itu, PBSI kabupaten/kota mulai sekarang ya harus mempersiapkan pebulutangkisnya dengan aturan usia tersebut,” pungkas Winurjaya. (ari/jon)








