
DENPASAR -Reziko penularan Corona Virus Disease (Covid-19) semakin stabil dan kasus angka positif setiap harinya di Bali kina menurun. Melihat pola yang terjadi sudah stabil, varian Covid semakin lemah dan semakin kecil reziko penularannya. Namun, sampai saat ini WHO, didunia sampai ini belum menetapkan perubahan dari pandemi ke endemi. Melihat pola penularan di Bali yang semakin lemah, Bali sesungguhnya sudah endemi. Astungkara Bali aman dan sebenarnya tidak pakai masker sebenarnya tidak apa-apa karena resiko penularannya sudah sangat kecil. Penegasan itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Ksirarnawa Art Center, Denpasar Minggu (17/4/2022).
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan perkembangan Covid-19 di Bali dengan varian barunya mencapai puncaknya pada bulan Pebruari 2022, kasus per hari mencapai 2.250 orang. Sejak 7 Maret 2022 sampai saat ini terus melandai. Pergerakan angka positif saat ini masih tetap stabil di 2 digit, yakni pada angka 30 sampai 50. Pergerakan angka tidak pernah dibawah angka 30. Sementara angka pasien yang meninggal sehari-harinya di RS nihil.
“Astungkara Bali aman, perkembangan kasus Covid di Bali terus menurun dan Vaksinasi Booster di Bali telah mencapai 59 persen, angka vaksinasi tertinggi se Indonesia,”ujar Gubernur Bali Wayan Koster.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Vaksin booster atau vaksin ketiga di Bali sudah mencapai 59 persen atau tepatnya pada angka 58,7 persen dan angka vaksinasi yang paling tertinggi di seluruh Indonesia.
“Keberhasilan ini adalah buah kerja keras kita bersama Pangdam, Kapolda, Bupati Walikota dan perbekel serta seluruh komponen masyarakat,”bebernya.
Gubernur Koster berharap, semakin terus menurunnya angka kasus Covid di Bali, menjadi momentum pemulihan pariwisata yang dilakukan secara bertahap. Sebab, akibat pendemi Covid, pertumbuhan ekonomi Bali sempat negatif 9,31 persen. Pertumbuhan ekonomi yang paling rendah di Indonesia dan ini terjadi dikarenakan 54 persen perekonomian Bali bergantung pada pariwisata.
“Ekonomi Bali stag, ekonomi Bali tidak bisa bergerak inilah yang membuat ekonomi terdampak paling berat di tahun 2020,”katanya .
Pertumbuhan ekonomi Bali setahun berikutnya 2021 mulai membaik tetapi masih tetap negatif 2,47 persen sehingga terjadi perubahan pertumbuhan diangka 7 persen. Tahun 2022, Bali diyakini akan tumbuh positif dan triwulan i sudah pasti positif. Dikarenakan terjadi pemulihan pariwisata sejak dibuka 16 Oktober 2021 dan diperlonggar tanpa karantina dengan kebijakan bebas visa on arrival (VoA).
“Kunjungan ke Bali terus meningkat sebelumnya 7 penerbangan. Angka kunjungan semakin membaik 500 kunjungan per hari, naik ke 700 dan 900 semakin hari semakin membaik. Angka kunjungan domestik sempat menurun ke 8000. Setelah puasa akan naik lagi dan akan meningkat tahun 2022, mulai Juni hingga akhir tahun.
“Bali sesungguhnya sudah dalam pemulihan pariwisata, gampang terpuruk dan gampang bangkit. Modalnya orang datang,” pungkasnya. (arn/jon)








