
NUSA DUA- Hari ke-3 Business Matching dan Showcase Produk Koperasi dan UMKM di Nusa Dua, Bali, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (Kemenkop) menjadi moment spesial.
Sejumlah kementerian memberikan dukungan kepada CEO Okwi Food, Ahmad Dwiyanto, Kamis (24/3/2022). Salah satunya Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

Menteri Teten Masduki berharap agar teknologi pengalengan makanan ini bisa segera direalisasikan.
“Teknologi ini sangat dibutuhkan terutama untuk teknologi (pengemasan) makanan sehingga dengan teknologi ini kuliner tradisional kita bisa mengarah ke industrialisasi,”harapnya.
Teknologi pengemasan makanan dari PT Okwi Food menarik banyak pengunjung karena mampu menjadi trigger bagi UMKM lain yang bergerak di bidang pengolahan makanan basah.
Sementara, Sekda Kabupaten Tabanan, I Gede Susila memastikan teknologi yang ditawarkan oleh PT. Okwi Food perlu segera direalisasikan sebagai rumah kemas bersama.
Hal ini disepakati oleh perwakilan lain dari Bali yang hadir dalam acara tersbeut. Di antaranya, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, Kepala Disperinaker Badung, Sekda Gianyar, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tabanan, Kepala Disperindag Tabanan, serta lainnya.

CEO Okwi Food Ahmad Dwiyanto menegaskan komitmennya membantu UMKM khususnya yang bergerak di bidang kuliner untuk memfasilitasi segala keluhan UMKM di tingkat daerah. Ia berharap Pemda di setiap daerah terbuka untuk konsultasi dengan Okwi Food.
”Kalau pemda mau konsultasi, itu gratis gak dipungut biaya. Kami ini kan melakukan factory sharing dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), seharusnya apa yang kami lakukan bisa diadaptasi oleh seluruh Pemda di Indonesia”, jelas Dwiyanto.
Ia menambahkan, hal ini perlu diimplementasikan ke daerah-daerah. Jika selama ini Pemda punya program UMKM, tentu arahannya baru sampai di tahan sosialisasi dan pendampingan pengolahan makanan. Jika dibarengi dengan factory sharing UMKM jelas akan merasakan manfaatnya. Mulai dari kemasannya, desain label, foto video produk hingga penjualan jadi lebih jelas.
”UMKM gak bisa kalau hanya sosialisasi, pelatihan terus lho. Sudah saatnya ada actionnya sampai ke penjualan juga, jadi yang namanya program itu dari hulu hingga ke hilir ya harus didampingi oleh Pemda kalau ingin UMKMnya naik kelas”, ujarnya.
Provinsi Bali memiliki sektor kuliner yang cukup luas selain pariwisata. Kunjungan dari perwakilan pemerintah daerah dapat menjadi titik poin untuk mengajak UMKM untuk naik kelas. Selanjutnya ada harapan bahwa kuliner dari Bali bisa didistribusikan ke skala nasional maupun internasional.
Di sisi lain, Museum Rekor Indonesia (Muri) mencatat acara ini menjadi wahana transaksi terbesar belanja produk dalam negeri karena komitmen belanja dalam negeri mencapai Rp 214,1 triliun hanya dalam waktu tiga hari saja.
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam rangkaian Business Matching sempat menyatakan, “Ini terbesar sepanjang sejarah. Luar biasa pencapaian ini”, (*)








