
DENPASAR – Kejuaraan Judo bertitel Kartika Cup yang sebelumnya direncanakan digelar di Bali, akhirnya dipindahkan ke Cilodong. Helatan even ini bakal dilangsungkan pada 25-27 Maret 2022. Perpindahan Kartika Cup oleh PB PJSI ini juga tanpa ada alasan yang jelas hanya dengan dasar dipindah saja.
Seperti diutarakan Wakil Ketua Umum Pengprov PJSI Bali Nengah Sudiartha, perpindahan itu berawal dari kalender even yakni Ciloto/tentatif namun tiba-tiba Bali ditunjuk jadi tuan rumah tapi menjelang penyelenggaraan dipindah ke Ciloto. Tapi kemudian Ketua Umum PB PJSI memindahkan lagi dari Ciloto ke Cilodong.
“Sebenarnya Bali sudah dua kali ditawarin tuan rumah namun dua kali juga di detik-detik terakhir digagalkan. Pertama tahun 2004 ditunjuk tuan rumah namun sebulan sebelum gelaran dipindah ke Ciloto,” ungkap Sudiartha di Denpasar, Senin (21/2/2022).
Diakuinya, Bali jelas kecewa dan dendam tapi dendamnnya Bali sangat positif. Artinya, saat itu Sudiartha bertekad tidak mau menjadi tuan rumah kalau tidak punya matras dan belum punya judoka hebat. PJSI Bali sendiri akan tetap menggelar kejuaraan tapi kejuaraan tunggal seperti Bali Open. Dendam ini disebutkannya akhirnya bisa terwujud dengan memiliki matras banyak, judoka dan dojo banyak. Sejatinya itu cita-cita PJSI Bali sejak tahun 2003.
“Meski kami dibohongi tidak menjadi tuan rumah Kartika Cup tahun 2004 dan puncaknya 2021 lalu, akhirnya kami bisa membuktikannya meski prestasi itu tidak pendek. Prestasi itu bukan saya yang mengantar tapi waktu dan tempat yang tepat. Perjuangan panjang. Dan yang duduk sekarang yang menerima hasil padahal semua prestasi itu yang berjuang orang-orang dulu. Sukses yakni waktu dan tempat ya tepat,” pungkas Sudiartha. (ari/jon)








