
GIANYAR – Saluran irigasi induk Subak Uma Bila di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir pada 5 Desember 2021.
Aliran irigasi itu berdampak ke Subak Pasekan di Desa Belega dan Subak Pering yang secara keseluruhan lahan sawah mencapai 250 hektar. Demi mengejar masa tanam, warga pun gotong royong melakukan perbaikan meskipun cukup berisiko.
Perbekel Desa Belega, Ketut Trisna Jaya mengatakan, kerusakan saluran urigasi sudah dilaporkan ke instansi terkait. Namun, pemerintah beralasan tidak bisa secepatnya melakukan perbaikan.
“Kami akhirnya melakukan pertemuan dengan tiga pekaseh dan sepakat bersama-sama melakukan perbaikan dengan cara gotong-royong mulai awal Januari lalu,”ujar Perbekel Desa Belega, Ketut Trisna Jaya, Kamis (10/2/2022).
Dari perbaikan secara gotong royong dibantu petugas BPBD itu, sebagian besar petani sudah bisa menanam padi. Hanya, warga subak masih was- was ketika hujan lebat karena bisa membuat saluran irigasi rusak.
“Kebetulan lokasi ketiga subak berada agak di hilir sehingga debit air yang didapat lebih kecil. Saluran irigasi mesti terpelihara dengan baik,”ungkap Ketut Trisna Jaya.
Ia mengungkapkan, petani merasa kesulitan beralih ke komoditas palawija seperti arahan Dinas Pertanian.
“Petani lebih memilih tanam padi sehingga mau perbaiki saluran irigasi. Kalau palawija, warga subak berpikir setelah panen tidak laku,” ujarnya.
“Januari sampai Agustus petani memilih menanam padi. Agustus sampai Desember barulah palawija. Astungkara, saluran irigasi bisa diperbaiki, tapi ketika hujan deras sangat rawan tertimbun lagi,” tandasnya. (jay)








