
KARANGASEM,—Penyidik Kejari Karangasem mencium indikasi dua rekanan yang mengerjakan proyek masker scuba sebanyak 512 ribu pcs tahun 2020 milik Dinas Sosal, menghilangkan barang bukti. Indikasi tersebut diperkuat, setelah tim jaksa penyidik yang dikomandoi Kasipidsus Kejari Karangasem Matheus Matulessy, melakukan penggeledahan pada dua perusahan pembuat masker itu, yakni konveksi Duta Panda dan percetakan Addicted , Senin (7/2/2022).
Penggeledahan diawali dari konveksi Duta Panda yang beralamat di jalan Jendral Sudirman, Amlapura, sejak pukul 11.25 WITA. Sekitar satu jam penggeledahan dilakukan, tim berhasil menemukan barang bukti baru terhadap pengadaan masker itu. Selain mengamankan alat pencetak masker secara manual, penyidik juga mengamankan CPU computer yang di dalamnya berisi data berkaitan pengadaan masker dan beberapa bundel kwitansi.
Di Konveksi Duta Panda, tim diterima langsung Ni Nyoman Yessi Anggani, istri pemilik usaha konveksi tersebut. Kepada penyidik, proyek masker yang dikerjakan itu sebagian dibeli di Denpasar termasuk dalam pembuatan logonya. Sedangkan sisanya dibuat secara manual.
Selain membuat masker, Duta Panda Konveksi juga membuat baju kaus bahan kampanye pasangan calon Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Calon Wakil Bupati I Made Sukerana dengan logo MASKKER.
“Untuk baju MASKKER kami hanya membuat 1000 pcs saja,” celetuk Yesi Anggani kepada tim penyidik saat melakukan pengeledahan.
Usai melakukan penggeledahan di Duta Panda, tim penyidik Kejari Karangasem melanjutkan penggeledahan ke Percetakan Addicted, yang berlokasi di Lingkungan Blong, Kelurahan Karangasem. Penggeledahan berlangsung selam satu jam mulai sekitar pukul 12.00 dan berakhir sekitar pukul 13.00 WITA.
Kedatangan tim penyidik diterima pemilik Addicted I Kadek Sugiantar dan istrinya. Masuk ke ruang percetakan, Kasi Pidsus Matheus Matulessy langsung memeriksa CpU computer yang digunakan untuk layout pruduksi baju sesuai pesanan konsumen. Dari computer itu, tim penyidik berhasil mengamankan data berkaitan pengadaan masker scuba dinas soial tersebut.
Kendati demikian, penyidik mengindikasikan Addicted berupaya untuk menghilangkan barang bukti. Pasalnya, salah satu Laptop yang digunakan untuk mengerjakan (pembuatan logo) proyek pengadaan masker tersebut saat ini sedang dibawa saudaranya ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Ironisnya, terkait proyek masker yang dikerjakan, Addicted semuanya membeli di Denpasar. Mulai dari bahan termasuk juga pembuatan logo masker Karangasem Spirit of Bali milik Dinas Sosial.
Kasipidsus melalui Kasi Intel Kejari Karangasem IDG Semara Putra mengatakan, penggeledahan yang dilakukan karena ada petunjuk dari Jaksa peneliti untuk mencari bukti-bukti tambahan untuk membuktikan tindak pengadaan masker tersebut.
“Barang bukti bukti yang kami amankan akan diseleksi untuk dalam pembuktian,” jelasnya.
Baik di Duta Panda maupun Addicted, kata Semara Putra, masker scuba yang dikerjakan semuanya membeli sudah jadi di Denpasar plus dengan laser. Dua rekanan ini hanya tulisan dan logo secara manual.
“Dari kronologis pengerjaan yang dilakukan, kedua rekanan ini secara kompetensi mereka tidak bisa membuat masker. Saat ini, barang bukti tambahan ini masih kami kumpulkan untuk melengkapi barang bukti yang sudah kita sebelumnya,” tandasnya. (wat/jon)








