
KUTA – Akibat pandemi Covid-19, Imlek di wilayah Kuta sudah sejak dua tahun terakhir tidak dihiasi pelaksanaan tradisi tolak bala sebagaimana biasa. Tidak ada Barongsai dan Liong yang berkeliling, mulai dari Jalan Belambangan, Jalan Kalianget, Jalan Raya Kuta dan kembali lagi ke Jalan Blambangan.
Namun melihat perkembangan situasi saat ini, tradisi tersebut diharapkan bisa terlaksana kembali pada tahun ini. Tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) cegah penyebaran Covid-19.
“Dari kami, pada tahun ini rencananya tradisi itu bisa kembali dilaksanakan sebagaimana biasa. Umat sangat antusias dan ingin sekali melaksanakan itu. Karena itu juga merupakan bagian dari rasa hormat dan bakti kami,” ucap Adi Dharmaja selaku Penanggung Jawab Pengurus Vihara Dharmayana (Leeng Gwan Bio) Kuta, Rabu (26/1/2022).
Meski demikian, Adi Dharmaja mengembalikan hal tersebut kepada pemerintah. Jika diperkenankan, maka tentu saja hal tersebut akan sangat disyukuri.
“Kesepakatan rapat, kami akan keluar untuk melaksanakan tradisi tolak bala, dengan iringan Barongsai dan Liong pada tanggal 31 Januari nanti, atau tepatnya pada sehari sebelum tahun baru Imlek. Namun demikian, sekarang ini kami masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah. Bilamana diizinkan, maka kami akan laksanakan,” bebernya.
Akan tetapi, jika itu nantinya tidak mendapat restu dari pemerintah, maka tradisi dimaksud akan kembali dilaksanakan seperti dua tahun terakhir. Yakni hanya dengan mengambil tempat di depan pintu gerbang vihara. “Ini adalah sebuah harapan. Apalagi kami sangat meyakini, bagaimanapun juga upacara ini tujuannya adalah untuk menetralisir apa yang kita alami saat ini, supaya cepat berlalu,” ungkapnya kaitan perayaan Imlek 2573 dengan Shio Macan Air ini.
Untuk diketahui, berbagai persiapan sudah mulai dilaksanakan oleh warga Banjar Dharma Semadi Kuta dalam menyambut perayaan Imlek. Seperti terlihat pada Rabu (26/1/2022), umat tampak sibuk membersihkan area vihara dan memasang berbagai pernak-pernik khas Imlek. Selain itu, juga dilakukan pembersihan dan pemandian kembang terhadap 70-an rupang atau arca. “Kegiatan sudah kami laksanakan sejak pagi tadi. Setelah rupangnya bersih, itu langsung kami tempatkan kembali pada altar masing-masing,” bebernya.
Disampaikan Adi Dharmaja pula, persembahyangan Imlek di Vihara Dharmayana Kuta sudah dimulai sejak pukul 00.00 Wita. Umat dipastikan akan disambut dengan suka cita, dengan catatan tetap secara disiplin menerapkan prokes cegah Covid-19. Pelaksanaan prokes tersebut akan diawasi, termasuk dengan melibatkan anggota Linmas Kelurahan Kuta dan kepolisian.
“Jadi nanti di sini juga akan ada posko. Teknis persembahyangannya akan kami atur sedemikian rupa, memperhatikan pula prokes,” pungkasnya. (adi/jon)








